PEDOMANRAKYAT, PINRANG – Tingginya intensitas hujan yang terjadi awal Januari 2026 ini menyebabkan beberapa wilayah pesisir dan wilayah sungai di Pinrang mengalami abrasi. Tidak hanya itu, juga terdapat abrasi sungai dan tanggul jebol akibat derasnya aliran air sungai.
Abrasi pantai yang terjadi ini diakibatkan oleh cuaca ekstrim sehingga memicu gelombang pasang yang tinggi. Kejadian ini masing-masing berada di Dusun Serang, Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua dan Desa Waetoue, Kecamatan Lanrisang. Sedangkan abrasi sungai dan tanggul jebol terjadi di Desa Rajang, Kecamatan Lembang.
Di Dusun Serang, abrasi pantai juga disertai banjir rob. Di lokasi ini, tercatat 35 unit rumah warga terdampak. Jalan rabat beton sepanjang 350 meter lebih, juga mengalami kerusakan akibat tergerus air. Padahal, jalanan tersebut merupakan akses utama warga.
Menanggapi dampak bencana itu, Kepala BPBD Pinrang, Rhommy M Manule menyebutkan, pihaknya sementara melakukan asesmen atas sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi itu.
Saat mendampingi Bupati Pinrang bersama jajaran OPD meninjau lokasi bencana tersebut, Senin (5/1), Rhommy mengatakan peninjauan lokasi merupakan bentuk asesmen yang penting guna mengetahui lebih awal tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan darurat dan lanjutan di lapangan yang akan dilakukan, sehingga dapat diketahui langkah pasti yang bisa diambil agar tepat sasaran.

