PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Awal tahun bukan sekadar pergantian kalender bagi Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar.
Di Ruang Rapat Monginsidi, Senin 5/1/2026), sebuah forum akuntabilitas digelar. Rapat Capaian Kinerja Tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian, merefleksikan pengalaman, dan menetapkan arah perbaikan kinerja di tahun yang baru.
Di hadapan jajarannya, Kabag Umum Pusjar SKMP LAN, Zulchaidir, S.Sos., MPA, membuka pertemuan dengan pesan reflektif. Ia mengingatkan bahwa evaluasi bukanlah ritual administratif semata, melainkan kompas bagi pimpinan dalam mengambil keputusan strategis.
"Memasuki tahun 2026, kita dituntut untuk bekerja lebih baik, tuntas, bernilai, dan cerdas. Tahun 2025 adalah tahun kinerja yang luar biasa. Meski dihadapkan pada tantangan pemblokiran anggaran di akhir tahun, seluruh kegiatan tetap tuntas dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Zulchaidir.
Pernyataan ini menyiratkan ketangguhan organisasi. Di balik layar birokrasi yang sering dianggap kaku, terdapat upaya keras para pegawai (ASN) untuk tetap berkinerja tinggi meski dalam keterbatasan sumber daya.
Kolektivitas di Atas Individualisme
Dalam sesi utama, Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., membedah capaian kinerja organisasi dengan perspektif yang humanis. Ia menolak klaim keberhasilan sebagai prestasi segelintir orang. Bagi Aswad, angka-angka hijau di papan evaluasi adalah buah dari kerja kolektif.
"Tidak ada satu pun unsur yang berjalan sendiri. Ini adalah kerja kolektif yang harus kita jaga," tegas Dr. Muh. Aswad.
Secara statistik, kinerja Pusjar SKMP LAN Makassar sepanjang 2025 memang mencatatkan rekor positif yang signifikan:
1.Analisis Kebijakan: Publikasi hasil analisis mencapai 101,7 persen dengan kualitas jurnal ilmiah 100 persen.
2.Pengembangan Kompetensi: Tingkat kelulusan peserta pelatihan kepemimpinan mencapai 102,8 persen, sementara pelatihan dasar ASN menembus 105 persen.
3.Tata Kelola: Indeks layanan umum dan kerumahtanggaan sempurna di angka 100 persen.
Transparansi & Akuntabilitas: Diseminasi informasi digital melonjak hingga 114 persen, dan pengawasan kearsipan meraih predikat AA (Sangat Memuaskan)—peringkat tertinggi nasional—dengan capaian 118 persen.
Ribuan ASN telah dilayani melalui berbagai pelatihan (Latsar, PKN, PKA, PKP) dan uji kompetensi. Namun, Dr. Muh. Aswad menekankan bahwa pada tahun 2026, kuantitas ini harus bertransformasi menjadi kualitas.
"Tahun 2026 harus melampaui 2025, bukan hanya dari angka, tetapi dari kualitas dampak. Kita harus memastikan setiap program benar-benar memberi nilai tambah bagi penguatan kebijakan publik," pungkasnya.
Ruang Dialog: Mendengar Suara Pegawai
Satu hal yang menarik dan membedakan forum ini dari sekadar seremoni adalah adanya sesi dialog internal yang terbuka. Tim Humas Pusjar SKMP mencatat, transparansi internal menjadi kunci kesehatan organisasi publik modern.
Pegawai diberikan ruang untuk menumpahkan keluh kesah yang selama ini terpendam, mulai dari beban kerja yang menumpuk di akhir tahun, keterbatasan sarana, hingga padatnya jadwal yang menuntut stamina ekstra. Koordinasi lintas unit yang kadang tersendat pun menjadi catatan evaluatif yang jujur.
Merespons dinamika tersebut, manajemen Pusjar SKMP LAN tidak bersikap defensif. Pimpinan menegaskan bahwa masukan ini adalah refleksi pengalaman langsung yang sangat berharga serta dicatat sistematis sebagai basis perbaikan manajerial tahun 2026, demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat (well-being) dan kolaboratif.
Langkah-langkah perbaikan itu menjadi wujud visi LAN RI dalam membentuk ASN masa depan melalui prinsip ‘Bigger, Smarter, Better’, dengan memperkuat legitimasi, inovasi pembelajaran, dan aksesibilitas tata kelola.
Semua upaya tersebut bertujuan memastikan nilai dasar ‘ASN Kompeten, Rakyat Sejahtera’ benar-benar terwujud sebagai pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Demikian Humas Pusjar SKMP LAN Makassar, Adekamwa, menyampaikan melalui rilis kepada media ini. (re)

