“Kami sangat bersyukur atas kehadiran beliau. Kepentingan kami adalah memperkuat kelembagaan ekonomi petani, karena selama ini itu yang paling lemah. Petani masih sulit mengakses kebutuhan yang tidak tersedia di Kementerian Pertanian,” jelasnya.
Menurut Syahruddin, peningkatan sektor pertanian tidak bisa hanya bertumpu pada satu kementerian. Ia berharap seluruh kementerian yang terkait dengan pangan, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, dapat terlibat aktif mendukung ketahanan dan swasembada pangan.
“Kalau kita ingin pertanian dikelola dengan baik, semua kementerian terkait harus terlibat. Jangan sampai swasembada pangan hanya jadi jargon, lalu ke depan justru impor. Itu pengkhianatan terhadap perjuangan petani,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menegaskan bahwa kunjungannya ke Wajo merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian.
“Presiden dan Menteri Pertanian menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada seluruh petani Indonesia, khususnya di Kabupaten Wajo, karena Wajo merupakan salah satu lumbung padi nasional,” ungkapnya.
Ia juga membuka ruang dialog dengan masyarakat terkait kebutuhan mendesak petani. Kepada Ketua KTNA, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman meminta agar seluruh kebutuhan petani dapat didata dengan baik untuk diperjuangkan ke tingkat pusat.
“Silakan didata apa saja yang dibutuhkan. Alhamdulillah, pada tahun-tahun sebelumnya di Wajo sudah tersalurkan lebih dari 20 bantuan alat dan mesin pertanian. Ini akan terus kita dorong,” pungkasnya. (Deden)

