PEDOMANRAKYAT, WAJO - Setelah dua hari berkeliling menyapa masyarakat di sejumlah daerah Sulawesi Selatan, langkah Andi Amar Ma’ruf Sulaiman Anggota DPR RI Komisi III Dari Fraksi Partai Gerindra akhirnya tiba di Kabupaten Wajo. Pada hari ketiga agenda silaturahmi awal tahunnya, anggota DPR RI tersebut melanjutkan perjalanan dari Pangkep dan Maros di hari pertama, kemudian Parepare, Soppeng, dan Barru di hari kedua, sebelum menyambangi Wajo dan Bone pada Selasa (6/1/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Andi Amar Ma’ruf Sulaiman untuk mengawali tahun dengan bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung suara masyarakat.
Menurutnya, ruang dialog seperti ini penting agar masyarakat memiliki harapan baru untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka di tahun 2026.
Di Kabupaten Wajo, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman melakukan silaturahmi bersama masyarakat di Kelurahan Talotenreng, Kecamatan Sabbangparu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh AAS Community, Kapolsek Sabbangparu, anggota DPRD Kabupaten Wajo, Ketua KTNA, serta para petani dari berbagai kecamatan di Wajo.
Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi Partai Gerindra, H. Mustafa, menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Andi Amar Ma’ruf Sulaiman membawa dampak positif bagi daerah, khususnya sektor pertanian.
“Alhamdulillah, selama ini beliau juga berada di Badan Anggaran, sehingga anggaran bisa diperjuangkan masuk ke Wajo yang mayoritas penduduknya adalah petani, mudah-mudahan kedatangan beliau membawa berkah dan manfaat bagi daerah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Wajo, Ir. Syahruddin, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi petani. Ia menyebut kehadiran Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sebagai momentum strategis untuk memperjuangkan kebutuhan petani lintas sektor.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran beliau. Kepentingan kami adalah memperkuat kelembagaan ekonomi petani, karena selama ini itu yang paling lemah. Petani masih sulit mengakses kebutuhan yang tidak tersedia di Kementerian Pertanian,” jelasnya.
Menurut Syahruddin, peningkatan sektor pertanian tidak bisa hanya bertumpu pada satu kementerian. Ia berharap seluruh kementerian yang terkait dengan pangan, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, dapat terlibat aktif mendukung ketahanan dan swasembada pangan.
“Kalau kita ingin pertanian dikelola dengan baik, semua kementerian terkait harus terlibat. Jangan sampai swasembada pangan hanya jadi jargon, lalu ke depan justru impor. Itu pengkhianatan terhadap perjuangan petani,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menegaskan bahwa kunjungannya ke Wajo merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian.
“Presiden dan Menteri Pertanian menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada seluruh petani Indonesia, khususnya di Kabupaten Wajo, karena Wajo merupakan salah satu lumbung padi nasional,” ungkapnya.
Ia juga membuka ruang dialog dengan masyarakat terkait kebutuhan mendesak petani. Kepada Ketua KTNA, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman meminta agar seluruh kebutuhan petani dapat didata dengan baik untuk diperjuangkan ke tingkat pusat.
“Silakan didata apa saja yang dibutuhkan. Alhamdulillah, pada tahun-tahun sebelumnya di Wajo sudah tersalurkan lebih dari 20 bantuan alat dan mesin pertanian. Ini akan terus kita dorong,” pungkasnya. (Deden)

