Ketua ICMI Sulsel Prof Arismunandar menyambut baik kolaborasi ini dan mendukung penguatan budaya riset di sekolah. Ia mengusulkan agar pengembangan riset tahap awal difokuskan di Kota Makassar, mengingat potensi dukungan pembiayaan pendidikan yang ada.
Sementara itu, Prof Baharuddin menyoroti peluang riset urban farming di kawasan perkotaan seperti Makassar, termasuk pemanfaatan biomassa dan eceng gondok yang bernilai ekonomis dan inovatif.
Dari unsur masyarakat, K-apel menyatakan siap berperan dalam pemetaan masalah sosial sebagai dasar riset. Founder K-apel Rahman Rumaday mendorong Dafi School membangun laboratorium riset agar hasil penelitian siswa dapat menjadi rujukan publik.
“Kami siap mendukung penuh agar Dafi Fest & Expo Riset 2026 benar-benar melahirkan ekosistem riset yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Dafi School sebelumnya sukses menggelar Dafi Fest & Expo Riset 2025 yang menampilkan sekitar 573 judul penelitian dari siswa lima jenjang pendidikan, mulai KB hingga SMA. Expo tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus menegaskan budaya riset sebagai ciri utama Dafi School. ( Ardhy M Basir )

