PEDOMANRAKYAT - MAKASSAR. Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri atau Dafi School menggelar pertemuan dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulsel dan Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rabu (7/1/2026) di Saung Topaz Makassar.
Pertemuan tersebut membahas kolaborasi tiga elemen masyarakat dalam rangka menyukseskan Dafi Fest & Expo Riset 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Februari 2026.
Kesepahaman ini disepakati dalam pertemuan yang dihadiri Ketua ICMI Sulsel Prof Dr Arismunandar, M.Pd, didampingi Wakil Ketua Bidang Iptek Prof Dr Ir Baharuddin, serta jajaran pembina dan pengurus Dafi School.
Pembina Dafi School, Ir H. Rusdi Hidayat, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem riset di sekolah sejak jenjang kelompok bermain hingga menengah. Menurutnya, pelibatan K-apel penting untuk memetakan persoalan riil di masyarakat sebagai bahan riset siswa.
“Kami ingin riset yang ditampilkan benar-benar berangkat dari masalah di lapangan,” ujar H. Rusdi yang juga Wakil Bendahara ICMI Sulsel. Ia juga menyampaikan rencana menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar gaung Expo Riset 2026 semakin luas.
Ketua ICMI Sulsel Prof Arismunandar menyambut baik kolaborasi ini dan mendukung penguatan budaya riset di sekolah. Ia mengusulkan agar pengembangan riset tahap awal difokuskan di Kota Makassar, mengingat potensi dukungan pembiayaan pendidikan yang ada.
Sementara itu, Prof Baharuddin menyoroti peluang riset urban farming di kawasan perkotaan seperti Makassar, termasuk pemanfaatan biomassa dan eceng gondok yang bernilai ekonomis dan inovatif.
Dari unsur masyarakat, K-apel menyatakan siap berperan dalam pemetaan masalah sosial sebagai dasar riset. Founder K-apel Rahman Rumaday mendorong Dafi School membangun laboratorium riset agar hasil penelitian siswa dapat menjadi rujukan publik.
“Kami siap mendukung penuh agar Dafi Fest & Expo Riset 2026 benar-benar melahirkan ekosistem riset yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Dafi School sebelumnya sukses menggelar Dafi Fest & Expo Riset 2025 yang menampilkan sekitar 573 judul penelitian dari siswa lima jenjang pendidikan, mulai KB hingga SMA. Expo tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus menegaskan budaya riset sebagai ciri utama Dafi School. ( Ardhy M Basir )

