“Di desa Pelita, akibat bencana ini, ada satu korban jiwa. Dan untuk itu, Pemda Halut turut berdukacita atas musibah ini”, ungkap Bupati Piet.
Sementara untuk wilayah Loloda Utara, menurut Bupati, pihak Pemda sampai saat ini masih mengalami kesulitan karena akses jalan yang terputus akibat longsor dan banjir di beberapa sungai. Sementara untuk jalur laut, dari hasil koordinasi dengan pihak BMKG, kondisi cuaca dan gelombang di laut mencapai 5-6 meter dan ini tidak memungkinkan untuk terjun ke lokasi bencana di Loloda Kepulauan.
“Kami tetap berkomitmen dan telah berkoordinasi dengan semua pihak, baik propinsi maupun pihak lainnya untuk secepatnya memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak ini. Selain itu, kami tetap memantau kondisi cuaca, dan jika memungkinkan, kami akan segera berangkat ke Loloda Utara lewat jalur laut untuk melihat dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh warga di sana”, ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Piet juga memaparkan bahwa pihak Pemda saat ini sedang menginventarisir semua lokasi bencana sehingga bantuan yang akan diberikan tepat sasaran
Dengan status Tanggap Darurat Bencana, pemda Halut telah membuka Posko Bantuan yang berpusat di kantor Badan Penanggulangan Bencana Halut, sehingga koordinasi dan kerjasama bisa dilakukan secara terpadu dan terpusat. (co)

