PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ikatan Alumni Manajemen Universitas Hasanuddin (I AM Unhas) resmi membuka penjaringan bakal calon Ketua periode 2026–2030 sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi alumni.
Penjaringan Ketua IKA Manajemen ini dilakukan menjelang pelaksanaan musyawarah yang dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat.
Ketua “I AM Unhas”, Mursalim Nohong, menegaskan bahwa berakhirnya masa bakti kepengurusan periode sebelumnya harus dimaknai sebagai momentum penting untuk memastikan kesinambungan organisasi melalui mekanisme yang terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab.
Selain menjabat sebagai Ketua “I AM Unhas”, Mursalim juga saat ini mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin.
Estafet kepemimpinan, lanjutnya, adalah keniscayaan dalam organisasi yang sehat. Karena itu, “I AM Unhas” membuka penjaringan bakal calon Ketua periode 2026–2030.
“Dengan memanfaatkan teknologi, agar seluruh alumni Manajemen Unhas di mana pun berada, dapat berpartisipasi dan mengusulkan figur yang dinilai paling layak memimpin organisasi ini,” ujar Mursalim.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis agar proses penjaringan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Mekanisme ini memungkinkan seluruh alumni Manajemen Unhas—baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri—untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi organisasi.
“Penjaringan ini dirancang inklusif dan transparan. Kami ingin memastikan bahwa setiap alumni memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk ikut menentukan arah kepemimpinan “I AM Unhas” ke depan,” ujarnya.
Tiga Nama Menguat
Dalam pelaksanaannya, Mursalim menugaskan Sekretaris Umum “I AM Unhas”, Ady Suriadi sekaligus ketua panpel untuk mengoordinasikan seluruh rangkaian proses penjaringan. Ady Suriadi merupakan Alumni Jurusan Manajemen Universitas Hasanuddin angkatan 2005.
Hingga saat ini, tambah Ady, proses penjaringan telah menjaring sedikitnya 10 nama yang diusulkan oleh alumni. Dari jumlah tersebut, terdapat tiga nama dengan tingkat usulan tertinggi, yakni Mursalim Nohong (petahana, angkatan 1992), Dien Triana (angkatan 1999), dan Abdullah Sanusi (angkatan 1998).
Mursalim menegaskan bahwa dirinya menempatkan diri secara proporsional dalam seluruh tahapan penjaringan.
“Ini bukan semata soal siapa yang terpilih, tetapi bagaimana proses ini dijalankan secara bermartabat, demokratis, dan mencerminkan kedewasaan organisasi alumni,” katanya.
Ia berharap, melalui proses penjaringan yang terbuka ini, musyawarah mendatang dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, serta visi kuat untuk membawa “I AM Unhas” semakin berperan strategis bagi alumni, almamater, dan masyarakat luas.
“Kepemimpinan boleh berganti, tetapi komitmen dan semangat kolektif untuk membesarkan “I AM Unhas” harus terus dijaga,” pungkasnya. (*)

