PEDOMANRAKYAT, TORAJA UTARA. –
Pasca Tahun Baru, harga elpiji subsidi 3 kg langkah dan melonjak naik dari harga Het, kenaikan harga di sona 1 mencapai Rp35.000 – 40.000 sehingga warga di Toraja Utara meminta pemerintah daerah melakukan pemantauan dan Operasi Pasar.
Pemkab Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan Operasi Pasar dengan menggandeng Agen Elpiji HM Yunus kadir di beberapa Kecamatan di Toraja Utara yang sudah di petahkan oleh pemerintah daerah dengan sistem Sona, seperti yang dilakukan di Kecamatan Sesean Jumat, (9/1/2026).
Operasi pasar yang digelar Pemerintah daerah lewat dinas Perdagangan bekerjasama Agen HM Yunus Kadir menyediakan 500 tabung Gas Elpiji 3 kg di Kec.Sesean dengan harga Rp 22.000/tabung, setiap warga diwajibkan membawa foto kopi KTP/KK dan warga diharuskan mendapatkan 2 tabung Gas Elpiji subsidi 3 kg/orang dan habis diserbu warga sesean.
Tingginya harga dan kelangkaan Gas elpiji subsidi 3 kg pasca libur Natal dan tahun baru, diduga dipicu meningkatnya pemakaian untuk acara adat hingga penyalahgunaan oleh pengusaha yang tidak berhak.
“Elpiji Subsidi 3 kg diperuntukkan hanya rakyat miskin, namun dipasaran ada oknum-oknum yang tidak berhak untuk membeli juga ikut mendapatkan dengan berbagai cara, walaupun tetap tidak berhak, seperti pengusaha warung, Rumah makan, dan ada juga yang beli untuk dipakai pesta (acara adat rambu solo’ dan rambu tuka’). Tidak tertutup kemungkinan juga adanya Permainan antar pangkalan dan pengecer.” kata kepala bidang Penindakan Dinas Perindagkop Harwan Bukkang, SE saat ditemui wartawan pada Operasi Pasar di Sesean.

