Sementara itu, pemilik sekaligus pengelola kebun anggur, Harismawati Sharifah (50), mengungkapkan kebun anggur tersebut telah dikelolanya bersama sang suami selama kurang lebih tiga tahun. Ia mengaku memulai usaha tersebut dengan belajar secara otodidak.
“Saya belajar secara otodidak dari YouTube, lalu datang langsung ke beberapa kebun pengelolaan anggur. Terus belajar dan saling berbagi. Awalnya sempat gagal dan tidak berhasil, tapi saya terus belajar sampai ke luar daerah hingga akhirnya berhasil,” jelas Harismawati.
Setelah berhasil memanen anggur, lanjut Harismawati, hasil panen tersebut dibagikan kepada warga sekitar. Bahkan, kebun anggur itu juga terbuka bagi tamu yang berkunjung.
“Kalau sudah panen, saya bagikan ke warga. Kalau ada tamu yang datang, saya persilakan untuk mengambil langsung,” tuturnya.
Adapun jenis anggur yang ditanam di kebun tersebut antara lain anggur jupiter, trans, adora, dan tamaki, serta beberapa varietas lainnya. Keberhasilan kebun anggur warga ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain di Jakarta Timur untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi ruang produktif yang bernilai ekonomi dan sosial. (*)

