PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring Jene meluap dan merendam permukiman warga di BTN Kodam III, RW 06, Kelurahan Katimbang, Minggu (11/1/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Komando Distrik Militer (Kodim) 1408/Makassar bergerak cepat melakukan pemantauan, evakuasi, dan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak banjir.
Di bawah kepemimpinan Dandim 1408/Makassar, personel TNI bersama unsur terkait bahu-membahu mengevakuasi warga ke lokasi pengungsian yang aman, seperti Aula Kantor Kelurahan Katimbang, SDN Paccerakkang, dan Masjid Al Ikhlas Kodam III. Puluhan kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat ketinggian air yang mencapai hingga 60 sentimeter di sejumlah titik bantaran sungai.
Dandim 1408/Makassar menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana. “TNI hadir untuk rakyat. Dalam kondisi seperti ini, kami memastikan warga terdampak dapat dievakuasi dengan aman, memperoleh bantuan, serta merasa tidak sendiri menghadapi musibah,” tegasnya di sela-sela kegiatan pemantauan lapangan.
[caption id="attachment_89014" align="alignnone" width="300"]
Selain evakuasi, Kodim 1408/Makassar juga aktif melakukan pendataan pengungsi, pendistribusian bantuan sembako, serta koordinasi lintas instansi bersama Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas, dan Dinas Sosial Kota Makassar. Langkah terpadu ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan, sekaligus meminimalisir risiko lanjutan akibat cuaca ekstrem.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak banjir menjadi simbol kepedulian, ketangguhan, dan semangat gotong royong bangsa. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga keselamatan, sementara TNI akan terus siaga sampai kondisi benar-benar aman,” pungkas Dandim. Aksi cepat dan humanis ini kembali menegaskan komitmen Kodim 1408/Makassar sebagai garda terdepan dalam membantu rakyat menghadapi bencana. (*Rz)

