Dari Panrannuangta untuk Masa Depan: INTI Jeneponto Rayakan Dies Natalis ke-35 dan Wisuda Penuh Makna

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO – Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Minggu (11/01/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar ruang resmi pemerintahan, hari itu ia menjelma menjadi panggung harapan, tempat ratusan mimpi dilepas menuju masa depan.
Institut Turatea Indonesia (INTI) Jeneponto menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-XXXV sekaligus Wisuda ke-IV Tahun Akademik 2025/2026—sebuah momentum yang oleh banyak pihak disebut istimewa dan bersejarah.

Sebanyak 153 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari empat program studi: Matematika (2 orang), Biologi (7 orang), Bahasa Indonesia (48 orang), dan Ekonomi (96 orang). Di balik toga dan senyum bahagia, tersimpan perjalanan panjang yang tidak hanya dilalui mahasiswa, tetapi juga orang tua yang setia menjadi penopang utama.

Rapat Senat Terbuka dipimpin langsung oleh Rektor INTI, Prof. Dr. H. Maksud Hakim, S.Pd., SE., MM, didampingi jajaran anggota senat. Dalam sambutan pembuka, Prof. Maksud menyapa hadirin dengan nada hangat dan jujur.
“Hari ini mungkin hari yang sangat melelahkan bagi orang tua. Tapi begitu melihat anaknya menerima ijazah, capek dan lelah itu hilang, berganti kebahagiaan yang tak terhingga,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda keempat ini adalah bentuk kepercayaan pemerintah, seiring capaian akreditasi “Baik Sekali” yang diraih INTI. Dengan 98 dosen dan lima program studi yang terus bertumbuh, INTI kian memantapkan diri sebagai perguruan tinggi yang diperhitungkan di kawasan selatan Sulawesi Selatan.

Anggota senat rapat terbuka adalah : Ali Syahban Amir, S.Pd., SE., M.Pd, Aira Muhammad Arlan., SH. MH., Dr. H. Abdul Rahman., MM., Wahyu Anugrah Manippi., SE., MM. Anna Sulfianti., S.Pd., M.Pd, Nurqiyamah Hamid., S.Pd., M.Pd, Drs. H. Sijaya., MM, Drs. H. Syahrir Zaini., M.Pd dan Sahabuddin Tompo., S.Pd., SE., M.Si.

Baca juga :  Opini Mutasi di Pinrang untuk Menetralkan ASN di Pilkada Serentak 2024

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah oleh Prof. Dr. Mursalim Nohong, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Orasi tersebut memberi perspektif luas tentang tantangan dunia kerja, relevansi keilmuan, serta pentingnya perguruan tinggi beradaptasi dengan perubahan zaman.

Sementara itu, Pembina Yayasan YAPTI Jeneponto, Drs. H. Anwar Rivai, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Dan terima kasih pula disampaikan kepada Bupati Paris Yaser atas penggunaan Ruang Pola Panrannuangta. Ia juga mengumumkan rencana besar INTI ke depan.
“INTI akan membuka program pascasarjana, khususnya di bidang ekonomi pertanian,” ungkapnya, menandai babak baru pengembangan institusi.

Nuansa reflektif kian terasa saat Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, memberikan sambutan. Dengan gaya lugas, ia mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan akar.

“Berbaktilah kepada orang tua. Tanpa mereka, kalian tidak akan berada di tempat ini,” pesannya.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Digelar Mei, Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam...

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...

Banjir Rendam Makassar, Dandim 1408 Pimpin Langsung Penyelamatan Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring...

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...