PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR – Ketua Panitia Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan 2026, Prof. Dr. H. Muhlis Madani, M.Si, mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas selama mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada 2–6 Juli 2026.
Hal tersebut disampaikan Prof. Muhlis Madani kepada media pada Rabu, 10 Juni 2026, di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Menurutnya, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga momentum besar untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komunikasi antaranggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
“Kami mengajak seluruh peserta yang merupakan utusan dari 24 pengurus PGRI kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan untuk senantiasa menjaga semangat sportivitas dalam setiap pertandingan dan perlombaan. Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam kompetisi, tetapi persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas sebagai sesama guru harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar Prof. Muhlis.
Ia menjelaskan, Porsenijar PGRI Sulsel 2026 diperkirakan akan dihadiri sekitar 60 ribu orang, yang terdiri atas atlet, seniman, peserta lomba pembelajaran, pelatih, official, pengurus PGRI, serta para pendukung dan penggembira dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Besarnya jumlah peserta tersebut menjadikan Porsenijar sebagai salah satu pertemuan terbesar komunitas guru di Sulawesi Selatan. Karena itu, kegiatan ini memiliki makna strategis tidak hanya dalam pengembangan prestasi, tetapi juga dalam memperkuat jaringan profesional para pendidik.
“Para guru yang selama ini mengabdi dan berkarier di berbagai pelosok Sulawesi Selatan memiliki kesempatan untuk bertemu, berdiskusi, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah masing-masing,” tambahnya.
Prof. Muhlis menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang tumbuh dalam Porsenijar harus menjadi energi positif untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dan pembangunan sumber daya manusia.

