Mentan Amran Tantang Kampus Ciptakan Inovasi, Indonesia Menuju Negara Superpower Pangan

Ramzy
Ramzy 8 Pembaca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan perguruan tinggi, ilmuwan, dan lembaga riset menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia sebagai superpower melalui kekuatan pangan. Karena itu, Kementerian Pertanian membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar hasil riset kampus tidak berhenti di laboratorium, melainkan segera dihilirkan menjadi inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai mengikuti Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri lebih dari 2.600 peserta, terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ratusan ilmuwan, serta peneliti dari berbagai lembaga, Sabtu (27/6/2026).

“Insya Allah, kita akan berkolaborasi ke depan. Kita akan tingkatkan kolaborasi yang selama ini sudah dibangun,” ujar Mentan Amran.

Menurut Amran, berbagai inovasi yang lahir dari perguruan tinggi telah membuktikan kemampuannya meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. Salah satunya melalui teknologi benih yang mampu menghasilkan produktivitas padi jauh di atas rata-rata nasional.

“Produktivitas padi sebelumnya sekitar 5,5 ton per hektare. Dari IPB sudah ada yang mencapai 9 ton, bahkan sampai 13,9 ton per hektare. Ini hampir dua kali lipat. Itu karena teknologi,” jelasnya.

Tak hanya pada tanaman pangan, inovasi di sektor peternakan juga mampu menghasilkan lompatan produktivitas.

“Ada juga sapi yang bobotnya dulu 500 kilogram, di UGM bisa menjadi satu ton,” ungkapnya.

Amran mengatakan kolaborasi Kementerian Pertanian dengan berbagai perguruan tinggi telah melahirkan banyak inovasi yang siap diterapkan secara luas, mulai dari benih unggul, mekanisasi pertanian, hingga teknologi pascapanen.

“Kami dengan IPB mengembangkan benih unggul. Benih padi hasil riset IPB kami beli Rp250 miliar. ITS mengembangkan traktor dan alat panjat kelapa. Unhas menghasilkan inovasi ayam dan jagung. Universitas Andalas mengembangkan gambir, Universitas Lampung mengembangkan ubi, sementara ITB mengembangkan teknologi dryer. Semua ini harus kita hilirkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” katanya.

Baca juga :  IWD, Kapolsek Ujung Tanah dan Kasat Binmas Polres Pelabuhan Hadiri Sharring Season dan Penilaian Program CSR

Menurut Amran, inovasi yang lahir dari kampus merupakan faktor utama yang akan menentukan lompatan produksi nasional.

“Nah, ini kolaborasi yang sangat baik. Karena penemuan-penemuan baru yang bisa membuat lonjakan produksi maupun produktivitas berasal dari inovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu negara superpower melalui sektor pangan apabila seluruh kekuatan bangsa bersatu membangun ekosistem riset dan inovasi.

1
2TAMPILKAN SEMUA

[ruby_related total=5 layout=5]

Tinggalkan Komentar