Kota Tua Dan Kota Masa Depan

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar

Khalil Gibran, salah seorang penyair mumpuni, tulisannya dikenal luas karena cita rasa orientalnya yang eksotik, bahkan mistis. Dianggap sebagai penyair Arab perantauan terbesar.

Di antara ungkapan yang pernah di tulis adalah, “Kehidupan telah membawaku dalam sayapnya dan menerbangkanku ke Puncak Gunung Masa Muda. Kemudian ia memberikan isyarat dan menunjuk ke belakangnya. Aku menoleh ke belakang dan melihat sebuah kota aneh, darimana mawar yang gelap menghalau banyak warna-warni yang bergerak pelan bagaikan hantu. Sebuah awan tipis hampir menyembunyikan itu dari pandanganku.”

Setelah sesaat kebisuan, aku  berseru, “Apakah yang kulihat ini, kehidupan?” Dan kehidupan menjawab, “Ini adalah Kota Masa Lalu. Lihatlah dan renungkanlah.” Dan Aku menatap pemandangan yang menakjubkan ini dan aku melihat banyak obyek dan pemandangan, aula yang dibangun untuk aksi, yang berdiri bagai raksasa mengcekeran sayap-sayap tidur, kuil- kuil yang membicarakan terus menerus tentang roh-roh yang melayang-layang saat tangisan sekali dalam keputusasaan, dan yang menyanyikan tentang harapan.

Aku mengintai menara-menara pemikiran, menaikkan mereka ke puncak- puncak menara itu seperti tangan-tangan pengemis yang terangkat; aku melihat jalan raya Keinginan yang membentang seperti sungai-sungai melalui lembah- lembah; gudang- gudang rahasia yang dijaga oleh para pengawal persembunyian dan dirampok oleh pencuri penyingkapan; menara-menara kekuatan yang dibangun oleh keberanian dan dihancurkan oleh ketakutan; tempat-tempat suci mimpi, yang dihiasi oleh tidur dan dihancurkan oleh keterjagaan; gubuk-gubuk pelalaian yang dihuni oleh kelemahan; masjid-masjid kesepian dan penolakan diri; lembaga-lembaga pendidikan yang disinari oleh intelegensia dan digelapkan oleh kebodohan; kedai-kedai minuman cinta, di mana para pecinta menjadi mabuk dan kekosongan mengolok-olok mereka; teater-teater di atas papan kehidupan yang memerankannya, dan kematian yang mengelilingi tragedi kehidupan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Wujudkan Kamtibmas Pemilu 2024, Tim Patmor Satsamapta Polres Pelabuhan Makassar Tingkatkan Patroli Malam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Menulis Apa Adanya, Merawat Nurani: BugisPos Menapaki Usia 27 Tahun

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Tak semua media mampu menua dengan anggun. Sebagian gugur di tengah jalan, sebagian lain kehilangan...

Digelar Mei, Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam...

Dari Panrannuangta untuk Masa Depan: INTI Jeneponto Rayakan Dies Natalis ke-35 dan Wisuda Penuh Makna

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Minggu (11/01/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar ruang resmi pemerintahan,...

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...