Peringatan Setahun Wafatnya Virendy, Mahasiswa Unhas Minta Rektor Tanggungjawab dan Kepolisian Bertindak Profesional

Zainal
Zainal 304 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Minggu 14 Januari 2024 kemarin, genap setahun wafatnya Virendy Marjefy Wehantouw, mahasiswa Jurusan Arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) yang terenggut nyawanya ketika mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) dan Orientasi Medan (Ormed) XXVII UKM Mapala 09 FT Unhas di wilayah Kabupaten Maros-Gowa.

Untuk mengenang peristiwa kepergian putra kebanggaan seorang wartawan senior di daerah ini, keluarga besar almarhum pada Minggu (14/01/2024) sore sampai larut malam menggelar hajatan bertajuk “Syukuran Peringatan 1 Tahun Kepergian Virendy” yang diawali ibadah dipimpin Pendeta Darius Pakiding, S.Th dan diakhiri santap malam bersama serta hiburan musik dan lagu.

Dihadiri keluarga besar almarhum, jemaat GPIB Mangamaseang, kerabat dan relasi hingga sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin, ibadah syukur berlangsung khidmat. Usai pelaksanaan ibadah, Pendeta Darius Pakiding, S.Th berkenan secara khusus memimpin doa untuk perjuangan beberapa Calon Legislatif (Caleg) yang hadir pada acara tersebut.

Suasana haru mewarnai pula hajatan tersebut saat mahasiswa-mahasiswi Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Unhas tampil mengisi acara dengan membawakan 2 lagu milik penyanyi legendaris Iwan Fals, yakni ‘Bento’ dan ‘Bongkar’. Kedua lagu itu dilantunkan sebagai bentuk aspirasi mereka yang merasa kecewa atas sikap pihak kampus dan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus kematian Virendy yang tidak mencerminkan rasa keadilan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Keluarga Doris dan Ririn Berharap Tuntutan Jaksa dan Putusan Hakim Dapat Mencerminkan Keadilan
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!