Ketua MUI Sulsel AG Prof.Dr.H.Najamuddin Abd.Syafa, M.A., “Mati Bagaikan Sebuah Pintu”

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ketua MUI Sulsel AGH Prof.Dr. Najamuddin Abd.Syafa (duduk, kiri) didampingi Prof.Dr.Ahmad Thib Raya, M.A. (Foto:mda).

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan AGH Prof.Dr.Najamuddin Abd. Syafa, M.A. mengemukakan, kematian itu bagaikan sebuah pintu yang setiap orang harus melewatinya. Oleh sebab itu, meskipun ada orang yang takut menghadapi kematian, namun ada juga yang tampak biasa-biasa saja menghadapi kematian karena semua orang akan mati.
“Nabi sudah bersabda, usia umatku rata-rata antara 60-70 tahun. Saya tidak menakut-nakuti Bapak dan Ibu yang sudah sampai 60 tahun, karena kata Nabi, umatku rata-rata kurang yang melewati usia seperti itu,” ujar Prof.Najamuddin Abd.Syafa saat membawakan ceramah tauziah atas berpulangnya Hj. Buaidah Binti H.Ahmad di Jl. Sultan Alauddin 2, Lorong 5, No. 3, Kel. Mangasa Makassar. Sabtu (10/1/2026) malam.

Hj. Buwaidah adalah ibu kandung Prof.Dr. H.Musdah Mulia, M.A. dan mertua Prof.Dr.H.Ahmad Tahib Raya, M.A., meninggal dunia pada tanggal 3 Januari 2026 malam dan dimakamkan 4 Januari 2026 di Gowa. Almarhumah dilahirkan di Sengkang 21 April 1939.

Tampak hadir dalam acara takziah tersebut, beberapa Guru Besar Unhas di antaranya Prof.Dr. Dirayah Rauf Husain, DEA yang bersama tantenya Prof.Dr.Hj Musdah Mulia, M.A. yang juga anak pertama almarhumah Hj.Buaidah binti H.Ahmad, Guru Besar UIN Alauddin, di antaranya, Prof.Dr.Firdaus Muhammad, M.A., Prof.Dr.Muslimin H.Kara, M.Ag., Prof.Dr.Hamzah Hasan, M.HI, Prof.Dr.Supardin, S.Ag, M.Ag., Prof.Dr.Mulyono Damopoli, Prof.Dr.Marjuni, dari pengurus Kerukunan Masyarakat Bima Sulawesi Selatan (KMBS) di antaranya, .H.Abdul Karim, M.Pd., Jufri H.Ahmad, SE., H.Anwar H.Ahmad, B.Sc., dan Dr.H.M.Dahlan Abubakar, M.Hum, beserta keluarga dan tokoh masyarakat setempat.

Prof. Najamuddin mengatakan, jika ditanyakan apakah ada orang yang mau panjang umur, pasti akan menjawab ‘mau’. Kalau perlu dibayar. Pertanyaan lain, bolehkah umur seseorang bertambah. Padahal ada dalam ayat mengatakan bahwa kematian itu tidak mungkin ditunda kalau memang sudah waktunya. Allah swt berfirman dalam surah Al An’am, kata Prof. Najamuddin, setelah diperhatikan lafaznya, di sana ada kalimat “adzalan” berulang dalam satu tema, maka yang kedua bukan yang pertama. Maksudnya, Allah yang menentukan bagian dari tanah dan kemudian menentukan ajalnya. Ajal itu hanya Allah yang tahu.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Pegasus Hadirkan Inovasi: Turnamen Domino Pakai Tirai Sejak Babak Awal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Hj. Buaidah bint H. Achmad Orang Tua Tunggal nan Lahirkan Dua Profesor

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Sekali waktu Ibu Hj. Buaidah binti H.Achmad ke kamar mandi. Itu beberapa tahun silam. Di...

Portal Parkir Elektronik Diharapkan Dongkrak PAD Sinjai

PEDOMANRAKYAT, SiNJAI — Usai diresmikan oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, penggunaan portal parkir elektronik di kawasan...

Angin Kencang Terjang Makassar, Pohon Besar Tumbang di Jalan Karunrung

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Angin kencang yang melanda Kota Makassar pada Senin pagi (12/1/2026) sekitar pukul 05.30 Wita menyebabkan...

Memberi Efek Jera, Satlantas Polres Soppeng Amankan Empat Sepeda Motor

PEDOMANRAKYAT ,SOPPENG , Komitmen Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Soppeng dalam menjaga keamanan dan ketertiban berlalulintas di jalan...