Andi Amran Sulaiman: Anak SAR Itu Ikhlas Hatinya

Ramzy 392 Pembaca
6 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-40 tahun Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin, para pioner (angkatan pertama) SAR Unhas, yang terdiri dari:

– Umar Arsal (FISIP, 1982/Ketua SAR UNHAS Pertama).
– Riady Bakri (Teknik Elektro, 1981)
– Priyatno Sismadi (Kedokteran, 1981)
– Bohari Lewa, (Hukum, 1984)
– Herman (Kelautan, 1997)
– Juninho Yanto Benny (Teknik Mesin, 2021/Ketua SAR sekarang)
– Saya sendiri Laode M. Syarif (Hukum, 1985)

melakukan anjang sana dengan Ketua Umum IKA UNHAS, Bapak Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP.

Pertemuan ini diatur oleh Kak Umar dan asisten pribadi Pak Ketua Umum, sedangkan kami menyesuaikan sesuai jadwal yang disepakati.

Kami bersyukur, karena walaupun Pak Andi Amran memiliki agenda yang sangat padat di akhir pekan, beliau berkenan untuk bertemu kami pada hari Sabtu (11 April 2026), jam 6 pagi, suatu waktu yang jarang dipakai untuk silaturahim.

Mengingat kami harus bertemu pada saat fajar menyingsing, terpaksa kami bertujuh harus membelah jalanan Jakarta ketika embun masih menempel di dedaunan hutan kota.

Alhamdulillah, kami telah berada di gerbang kediaman beliau sebelum jam 6 pagi. Mungkin karena kami masih mengingat disiplin Latihan Dasar yang harus lari setelah shalat shubuh di kedinginan Malino 40 tahun yang lalu.

Tanpa prosesi yang lama, Ketua Umum IKA Unhas keluar menemui kami dengan “pakaian dinas” salat shubuh dengan peci yang telah rapi.

Saya kurang tahu persis, mengapa beliau suka bertemu di saat fajar, karena beberapa tahun yang lalu, beliau pernah juga mengajak saya bertemu Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, persis setelah salat shubuh.

Jadi, saya bisa menyimpulkan bahwa beliau adalah “morning person” sejati. Mungkin gara-gara itu, beliau dimudahkan rezekinya, karena menurut petuah orang tua “kalau bangun siang, rezeki telah dipatuk ayam”.

Pertemuan diawali dengan perkenalan dari Kak Umar dengan menjelaskan maksud kedatangan kami bahwa SAR Unhas akan merayakan hari jadi yang ke-40.

Dan kami meminta kesediaan beliau untuk memberikan sambutan tertulis pada “Pengantar Buku” kami yang berjudul “Rumah Jingga Tamalanrea: Monumen Ingatan 40 tahun SAR UNHAS, 1986-2026”.

Beliau langsung bersedia dan mengatakan bahwa “anggota-anggota SAR selalu IKHLAS hatinya”, sehingga wajib untuk didukung.

Beliau menambahkan bahwa “anak-anak SAR bahkan sering melupakan kepentingan pribadinya karena mendahulukan panggilan kemanusiaan untuk menolong masyarakat yang lagi kesusahan”.

Oleh karena itu, ketika SAR Unhas mengirim tim relawan pada bencana banjir di Sumatra, Pak Andi Amran tidak segan-segan menggalang dana bantuan lebih dari 70 miliar rupiah dan memberikan bantuan kepada adik-adik Tim SAR UNHAS puluhan juta dari kantong pribadi beliau.

Pak Andi Amran berkali-kali mengulang pentingnya ‘keikhlasan’ dalam memberikan bantuan, karena Tuhan menurut beliau, tidak melihat nilai sedekah dari jumlahnya, tapi melihat “keikhlasan hati’ sang pemberi.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version