Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan pilar utama kemajuan bangsa. Ia menekankan pentingnya peran akademisi dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa nasionalisme.
“Perguruan tinggi adalah fondasi kemajuan peradaban bangsa. Para rektor adalah penjaga nilai, penggerak perubahan, dan penjamin lahirnya generasi Indonesia yang unggul, berkepribadian kuat, serta cinta tanah air,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sinergi antara TNI dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk dalam membangun ketahanan nasional berbasis sumber daya manusia.
Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin yang mewakili seluruh rektor menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehormatan yang diberikan. Ia menilai momentum ini sebagai bentuk kepercayaan sekaligus panggilan pengabdian yang lebih luas bagi kalangan akademisi.
“Ini adalah kehormatan yang luar biasa dan belum pernah kami alami. Kami siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, setia kepada NKRI, dan berkontribusi nyata dalam membangun bangsa bersama TNI,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa para rektor siap memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam membina generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan.
Suasana penuh semangat kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta kegiatan menyuarakan komitmen bersama:
“NKRI Setia Hingga Akhir.”
Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi juga mencerminkan tekad bersama antara TNI dan dunia pendidikan untuk terus bersinergi, memperkuat persatuan, serta mendorong lahirnya generasi emas Indonesia yang siap menghadapi masa depan dengan optimisme dan daya saing global. (*Rz)
