Bawa Misi Besar, Begini Meriahnya Sambutan Adat Papua untuk Pejabat Kemenag dan Pemprov Sulsel

Ramzy
Ramzy 130 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MANOKWARI - Setelah mengudara selama 2,5 jam bersama maskapai Super Air Jet IU 221, rombongan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, Kanwil Kemenag Sulsel, serta kelompok terbang (kloter) ketiga kontingen Pesparawi Sulsel akhirnya mendarat dengan selamat di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026) pagi.

Begitu menginjakkan kaki di bumi Papua, rombongan langsung disambut dengan atmosfer kemeriahan yang dipersiapkan oleh pejabat Pemprov Papua Barat, pemerintah kabupaten setempat, jajaran Kanwil Kemenag Papua Barat, hingga pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Papua Barat melalui prosesi adat yang penuh kehangatan.

Momen sakral penuh penghormatan terlihat saat Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, dipasangkan Mahkota Papua. Di saat yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sulsel, Hj. Saidah Ali Yafid, disematkan noken—tas tradisional rajutan khas yang menjadi simbol luhur jati diri masyarakat Papua.

Sapaan hangat bernuansa budaya ini juga dianugerahkan kepada Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP, MP, serta Ketua PGIW Sulselra, Pdt. Yohanis Metris, S.Th, yang turut hadir mendampingi serta membakar semangat kontingen Sulsel di ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 ini.

Rasa takjub dan haru pun tidak bisa disembunyikan oleh Aminuddin atas sambutan luar biasa dari panitia dan warga Manokwari. "Kami sangat mengapresiasi penerimaan yang luar biasa ini. Sejak awal mendarat, aura persaudaraan begitu kental terasa, dan ini menjadi suntikan energi positif yang luar biasa bagi seluruh kontingen Sulawesi Selatan untuk memberikan yang terbaik di ajang Pesparawi," tuturnya penuh semangat.

Ia menambahkan, ketulusan dan keramahtamahan yang diperlihatkan oleh pemerintah daerah serta masyarakat setempat menjadi bukti nyata kesiapan total Papua Barat sebagai tuan rumah perhelatan akbar tingkat nasional ini. "Pelayanannya jempolan, mulai dari manajemen kedatangan hingga prosesi sambutan. Terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya untuk semua pihak yang telah menyambut kami dengan hati terbuka," imbuhnya.

Baca juga :  Kemendagri Keluarkan Persetujuan TPP Setelah Dapat Pertimbangan Kemenkeu

Setali tiga uang, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel, Hj. Saidah Ali Yafid, mengakui bahwa sentuhan tradisi Papua ini menggoreskan kesan mendalam di hati rombongan. "Kami merasa langsung diadopsi sebagai keluarga sendiri. Penyematan noken dan seluruh prosesi adat tadi bukan sekadar seremonial, melainkan pengalaman berharga yang memperlihatkan betapa megah dan kayanya kebudayaan Papua," urainya.

Kehadiran jajaran top manajemen Pemprov dan Kanwil Kemenag Sulsel ini menjadi bukti dukungan moral yang masif bagi kontingen Sulawesi Selatan, yang siap bertarung habis-habisan dalam 9 kategori lomba pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.

Utusan LPPD Lutim

Rombongan kloter 3 kontingen Pesparawi Sulsel yang tiba pagi tadi bersama sejumlah pejabat Pemprov dan Kanwil Kemenag Sulsel, merupakan utusan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) sebanyak sekitar 60 personel yang terdiri dari peserta, pelatih, official dan pengurus LPPD Lutim.

Setelah mengikuti acara penyambutan di Bandara Rendani, Manokwari, rombongan dibawa menuju markas kontingen Pesparawi Sulsel di kompleks Kantor Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua Barat dan dijamu sarapan pagi oleh pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari bersama Ikatan Perempuan Toraja (IPT) Manokwari. (*)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!