SD Negeri Parinring dipilih karena dinilai memiliki potensi lingkungan yang mendukung konsep sekolah hijau. Ruang terbuka sekolah dan sikap terbuka pihak sekolah menjadi lahan subur bagi tumbuhnya pembelajaran berbasis lingkungan.
Respons siswa pun terasa hangat. Mereka aktif bertanya, berebut mencoba praktik, dan tampak bangga melihat tanaman yang mereka rawat sendiri.
Pembelajaran sains yang biasanya terasa sulit, berubah menjadi pengalaman menyenangkan.
Ke depan, mahasiswa FTK UIN Alauddin berharap SEHATI tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pendampingan lanjutan direncanakan, mulai dari perawatan tanaman hingga pengembangan pojok hijau atau kebun mini sekolah sebagai bagian dari pembelajaran berkelanjutan.
Kepala UPT SPF SD Negeri Parinring, Andi Etty Cahyani, S.Pd., M.Pd, mengapresiasi kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen sekolah menuju Adiwiyata melalui program inovasi lingkungan seperti Eko-Skul.
“Anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga melihat langsung teladan dari kakak-kakak mahasiswa. Ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi mereka untuk terus belajar dan berani bermimpi,” ujarnya.
Di hari itu, dari tangan-tangan kecil yang menyentuh tanah, tumbuh bukan hanya tanaman, tetapi juga harapan akan generasi yang lebih peduli pada alam. (Ardhy M Basir)
