PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Suasana kelas 5A SD Negeri Parinring pagi itu terasa berbeda. Bukan hanya papan tulis dan buku pelajaran yang menjadi pusat perhatian, tetapi juga pot-pot tanaman, tanah gembur, dan wajah-wajah antusias siswa yang tak sabar belajar langsung dari alam.
Jumat (23/1/2026), sebanyak 29 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar hadir membawa semangat hijau melalui program SEHATI—Sekolah Hijau Edukasi Fisiologi Tumbuhan Inovatif. Program ini mengajak siswa mengenal tumbuhan bukan sekadar lewat teori, tetapi melalui sentuhan tangan dan pengalaman nyata.
Dipandu wali kelas Sri Hastuti, S.Pd., Gr., kegiatan berlangsung interaktif. Anak-anak tak hanya mendengarkan penjelasan tentang bagian dan fungsi tumbuhan, tetapi juga terlibat langsung menanam, merawat, dan mengamati tanaman di lingkungan sekolah.
Ketua panitia, Naima Tulaulia, bersama Sekretaris Nabila S.L, terlihat aktif mendampingi siswa satu per satu. Sesekali mereka berjongkok, membantu menata tanah, atau menjawab pertanyaan polos siswa yang penasaran mengapa akar harus tertutup tanah dan daun membutuhkan cahaya.
“Kami ingin anak-anak belajar dengan cara yang dekat dengan keseharian mereka. Alam adalah ruang kelas yang paling jujur,” ujar Naima.
Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen Ummul Hasanah, S.Pd., M.Pd, serta pendamping Danu Darmawan, S.Pd.
SEHATI dirancang untuk menumbuhkan pemahaman kontekstual tentang fisiologi tumbuhan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Melalui observasi langsung, diskusi ringan, hingga permainan edukatif bertema lingkungan, siswa diajak menyadari bahwa tumbuhan bukan sekadar objek pelajaran, melainkan bagian penting dari kehidupan.
SD Negeri Parinring dipilih karena dinilai memiliki potensi lingkungan yang mendukung konsep sekolah hijau. Ruang terbuka sekolah dan sikap terbuka pihak sekolah menjadi lahan subur bagi tumbuhnya pembelajaran berbasis lingkungan.
Respons siswa pun terasa hangat. Mereka aktif bertanya, berebut mencoba praktik, dan tampak bangga melihat tanaman yang mereka rawat sendiri.
Pembelajaran sains yang biasanya terasa sulit, berubah menjadi pengalaman menyenangkan.
Ke depan, mahasiswa FTK UIN Alauddin berharap SEHATI tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pendampingan lanjutan direncanakan, mulai dari perawatan tanaman hingga pengembangan pojok hijau atau kebun mini sekolah sebagai bagian dari pembelajaran berkelanjutan.
Kepala UPT SPF SD Negeri Parinring, Andi Etty Cahyani, S.Pd., M.Pd, mengapresiasi kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen sekolah menuju Adiwiyata melalui program inovasi lingkungan seperti Eko-Skul.
“Anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga melihat langsung teladan dari kakak-kakak mahasiswa. Ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi mereka untuk terus belajar dan berani bermimpi,” ujarnya.
Di hari itu, dari tangan-tangan kecil yang menyentuh tanah, tumbuh bukan hanya tanaman, tetapi juga harapan akan generasi yang lebih peduli pada alam. (Ardhy M Basir)
