Buka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Wapres Gibran Tekankan Pentingnya Kedamaian Papua

Ramzy 17 Pembaca
6 Menit baca

Esensi Sebuah Perdamaian

Saat berdiri di podium untuk menyampaikan pidato sambutannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian khusus pada pentingnya merawat stabilitas perdamaian di Tanah Papua sebelum ia meresmikan pembukaan agenda akbar tersebut disemarakkan penampilan tari-tarian adat suku di Papua.

Gibran menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat dalam menggenjot pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri, dengan Papua sebagai salah satu fokus utamanya. “Akan tetapi, lompatan pembangunan hanya bisa terwujud jika didukung oleh situasi yang aman, kondusif, dan damai. Oleh karena itu, saya menaruh apresiasi setinggi-tingginya atas tema Pesparawi tahun ini yang dengan lantang menyuarakan perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua,” tutur Gibran.

Secara emosional, Wapres mengaku takjub melihat wajah baru Lapangan Borarsi yang kini menjadi lokasi acara, mengingat saat kunjungan terakhirnya pada November 2025 lalu, area ini masih berupa proyek pembangunan. Atas alasan itu, Gibran berpesan kepada masyarakat lokal agar bahu-membahu merawat fasilitas publik tersebut, sekaligus menegaskan bukti nyata bahwa pembangunan era baru tidak lagi bersifat Jawa-sentris.

Ia kemudian membeberkan serangkaian portofolio pembangunan dan program strategis yang telah menyentuh Papua, mulai dari fasilitas rumah sakit modern, infrastruktur jalan Trans Papua, jaringan Sekolah Rakyat, penataan Kampung Nelayan, hingga implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Harapan besarnya, seluruh intervensi ini mampu memangkas jurang ketimpangan, membuka keterisolasian akses, dan mendongkrak level kesejahteraan masyarakat Papua,” tambahnya.

Bagi-Bagi Hadiah Kejutan

Nuansa hangat sempat tercipta sebelum pidato resmi dimulai, saat Gibran memberikan kejutan berupa hadiah langsung kepada lima perwakilan peserta Pesparawi Nasional XIV. Melalui instruksi spontan kepada stafnya, lima anak dari lintas usia dipanggil untuk berdiri mendampinginya di atas panggung, di mana Wapres kemudian menyapa dan menanyakan asal daerah mereka satu per satu dengan ramah.

Usai sesi dialog interaktif yang cair. tersebut, Gibran langsung membagikan hadiah yang telah disiapkan; tiga unit sepeda dialokasikan khusus untuk peserta yang masih anak-anak. Sementara itu, bagi peserta remaja dan dewasa, Wapres memberikan instrumen musik berupa keyboard dan gitar, di mana peserta pria asal Aceh bernama Reda sukses membawa pulang sebuah keyboard, dan peserta wanita lainnya tersenyum lebar menerima sebuah gitar baru. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version