PEDOMANRAKYAT, MANOKWARI – Mengenakan kemeja batik lengan panjang bernuansa cokelat yang dipadukan serasi dengan topi kasuari serta tas noken khas Papua, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka gelaran akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026. Upacara pembukaan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (20/6/2026) malam, tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 19.21 WIT ketika Wapres tiba di lokasi.
Kemegahan acara ini kian terasa dengan kehadiran deretan tokoh penting, mulai dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, hingga Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama sekaligus istri Menteri Agama, Helmi Halimatul Udhmah. Tak ketinggalan, sejumlah kepala daerah dari berbagai penjuru nusantara turut memadati kursi undangan, salah satunya adalah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Lantunan khidmat lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ menjadi pembuka dari rangkaian acara yang dinantikan ini. Kemeriahan langsung memuncak saat parade defile perwakilan kontingen Pesparawi Nasional XIV dari Sabang sampai Merauke mulai melintas, di mana para peserta dengan bangga memamerkan keindahan busana adat daerah masing-masing sembari meneriakkan yel-yel penuh semangat di hadapan panggung kehormatan tempat Wapres Gibran dan para tamu VIP berada.
Dalam laporannya, Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV, H. Ali Baham Temongmere, mengungkapkan bahwa kompetisi skala nasional ini berhasil mempertemukan 5.434 peserta yang datang dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Angka tersebut rupanya mengalami penciutan dari estimasi awal yang ditargetkan mencapai 8.110 orang, menyusul adanya penyesuaian anggaran akibat dinamika kondisi ekonomi saat ini.

“Rencana awal kita sebenarnya menargetkan kehadiran 8.110 peserta. Namun, karena keterbatasan anggaran yang dipengaruhi situasi ekonomi saat ini, jumlah final yang dapat menginjakkan kaki di Manokwari adalah 5.434 orang, dan angka ini belum termasuk para tamu undangan serta massa penggembira,” urai Ali Baham secara transparan.
Lebih lanjut, Ali Baham merincikan bahwa ajang bergengsi ini mementaskan 12 kategori lomba yang akan digulirkan secara maraton selama 10 hari penuh di Manokwari. Jika seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar, Pesparawi Nasional XIV dijadwalkan akan resmi ditutup pada 28 Juni 2026 mendatang di lokasi yang sama, yakni RTP Borarsi.
Terkait urusan finansial, ia juga memaparkan bahwa anggaran penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV ini mengandalkan kolaborasi dana yang bersumber dari Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pemkab Pegaf), kemitraan sektor perbankan, hingga sokongan dari sejumlah sponsor swasta.
Di sisi lain, Ali Baham menegaskan bahwa kuatnya ikatan toleransi dan moderasi beragama di Papua Barat telah lama mengakar menjadi fondasi utama pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Baginya, pembukaan Pesparawi Nasional XIV 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah momentum nasional yang menyatukan ribuan talenta paduan suara gerejawi se-Indonesia di atas tanah Bumi Kasuari.

