PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Ribuan alumni SMA Negeri 2 (SMADA) Makassar dari berbagai generasi menunjukkan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial dalam gelaran Tudang Sipulung Nasional (TSN) 2 yang berlangsung pada 22–24 Mei 2026 di Fort Rotterdam.
Kegiatan yang mempertemukan alumni lintas angkatan, mulai dari generasi 1960 hingga 2025 itu menjadi momentum besar memperkuat solidaritas, kolaborasi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat.
Suasana kebersamaan tampak begitu kuat sepanjang pelaksanaan acara. Para alumni hadir dengan penuh semangat, membawa identitas angkatan masing-masing namun tetap menyatu dalam satu semangat besar sebagai keluarga besar SMADA Makassar.
Ketua IKA SMADA angkatan 86, Rudy Goni, menegaskan bahwa Tudang Sipulung Nasional bukan sekadar ajang silaturahmi atau pertemuan seremonial, melainkan ruang bersama untuk membangun gagasan dan kontribusi positif bagi bangsa, khususnya bagi Makassar dan Sulawesi Selatan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa SMADA memiliki alumni-alumni yang solid, berkualitas, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah. Kita hadir bukan hanya untuk berkumpul, tetapi untuk memikirkan apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rudy Goni, semangat Tudang Sipulung harus menjadi energi kolektif untuk melahirkan kolaborasi lintas profesi dan lintas generasi. Alumni SMADA diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial yang aktif memberi solusi, mendukung pembangunan, hingga mendorong kemajuan sektor pendidikan dan pariwisata.
Kehadiran alumni SMADA 86 dalam TSN 2 juga mencuri perhatian lewat partisipasi kreatif dalam berbagai kegiatan budaya dan kebersamaan. Raihan Juara 1 kategori Fashion Carnaval disebut menjadi bonus dari kekompakan dan totalitas alumni dalam memeriahkan acara.
“Bagi kami, kemenangan bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah bagaimana memberikan yang terbaik untuk SMADA dan menunjukkan bahwa alumni tetap kompak, kreatif, dan penuh semangat,” katanya.
TSN 2 juga menjadi simbol kuat bahwa ikatan alumni mampu menjadi modal sosial yang besar bagi pembangunan daerah. Para alumni berharap sinergi yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan melahirkan berbagai program nyata untuk masyarakat.
Kebanggaan turut dirasakan karena salah satu alumni SMADA kini dipercaya memimpin Kota Makassar. Dukungan dari seluruh alumni diharapkan mampu menjadi energi positif bagi kemajuan kota, terutama dalam memperkuat pembangunan dan sektor pariwisata.
“Kita ingin orang datang ke Makassar bukan hanya sekadar transit, tetapi datang untuk menikmati budaya, sejarah, dan kemajuan kota ini,” ungkap Rudy Goni.
Melalui Tudang Sipulung Nasional 2, alumni SMADA Makassar menunjukkan bahwa kekuatan persaudaraan tidak hanya mampu menjaga hubungan antargenerasi, tetapi juga menjadi inspirasi tentang pentingnya kolaborasi, kepedulian, dan kontribusi nyata untuk daerah dan bangsa. (*Rz)
