Cahaya Kemalaikatan

Rusdy
Rusdy 236 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar

Manusia membawa karakteristik kebaikan dan kesucian anak kecil, juga kejahatan dan dosa. Ini merupakan gambaran paling nyata tentang kehidupan spiritual manusia dan hirarki mereka: seseorang menerima kekuatan kemalaikatan ketika yang lain tidak menerimanya.

Inilah yang membuat seseorang lebih baik dari orang lain, seperti intan melampaui zamrud, yang lebih baik daripada safir, yang lebih baik daripada rubi.

Semua ini merupakan permata langka tetapi mereka berbeda dalam keunggulannya. Karena semua permata lebih berharga daripada emas. Emas lebih berharga daripada perak, perak lebih berharga daripada besi. Yang terakhir berakhir sebagai sisa sementara yang lain selalu terjaga sebagai unsur yang bernilai.

Cahaya lebih baik daripada kegelapan. Sesuatu yang tembus cahaya lebih baik daripada yang buram. Yang cerdik lebih daripada yang tidak memiliki pengetahuan. Watak yang baik lebih baik daripada yang buruk. Sesuatu yang terpanggil pada kebaikan lebih baik daripada yang terpanggil pada kejahatan.

Pemalu, berani, murah hati, sabar seseorang lebih baik daripada seseorang yang senantiasa memelihara kebencian, permusuhan, kegelapan, dan kejahatan. Seluruh karakteristik di atas bergantung kepada kedekatan atau kejauhan perspektif mereka, para pembawa kepada sumber kekuatan kemalaikatan.

Bagaimanapun juga, di dunia ini, ruh manusia adalah tanda yang menunjuk- meruncing ke kesempurnaan dunia yang lebih tinggi. Ini seperti cahaya lilin dalam berhubungan dengan cahaya matahari, atau setetes air dalam hubungannya dengan lautan.

Cahaya kemalaikatan adalah alat visibilitas cahaya di bumi, material maupun spiritual. Manusia mengenal matahari dan sinarnya. Demikian pula manusia mengenal Allah SWT dari makhluk surga dan bumi, persepsi yang dibawa oleh memancarnya sinar kemalaikatan di atas mereka dan ekspresi mereka melalui penyingkapan oleh cahaya tersebut.

Baca juga :  Alquran Imam Kita (Kasus Wanita Islam)

Tidak ada kegelapan bagi mereka yang lebih dalam daripada ketidakadaan cahaya kemalaikatan. Kemunculan setiap benda tunggal adalah hasil cahaya ini, hanya sebagai eksistensi setiap sesuatu merupakan hasil dari eksistensinya.

Dengan cara ini, Allah SWT memelihara makhluk-Nya melalui cahaya para malaikat. Allah A'lam. ***

Makassar, 07- 07- 2022

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!