Ia menegaskan bahwa keamanan dan kondusivitas wilayah merupakan faktor utama dalam mendukung suksesnya setiap kegiatan internasional yang diselenggarakan di Kota Makassar. Karena itu, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Makassar adalah kota yang aman, nyaman, dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi serta pintu gerbang kawasan Indonesia Timur. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan internasional seperti ini akan semakin meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia,” tambahnya.
Dalam suasana penuh keakraban, para tamu undangan disuguhkan berbagai penampilan seni budaya khas Sulawesi Selatan, mulai dari pertunjukan tari tradisional, pameran kerajinan lokal, hingga sajian kuliner unggulan yang menjadi identitas masyarakat Makassar.
Lebih dari sekadar jamuan makan malam, kegiatan tersebut menjadi ruang diplomasi budaya yang mempertemukan berbagai bangsa dalam semangat persahabatan, kolaborasi, dan saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan semangat Indonesia untuk terus membangun perdamaian dan kerja sama global melalui pendekatan budaya.
Melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai kota dunia yang mampu mengharmonikan kekuatan budaya, ekonomi, dan diplomasi. Sementara itu, dukungan penuh dari seluruh unsur Forkopimda, termasuk Kodim 1408/Makassar, menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan menciptakan iklim yang kondusif bagi kemajuan daerah serta kepentingan nasional.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi investasi, pariwisata, perdagangan, dan kerja sama internasional yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan posisi Indonesia di kancah global. (*Rz)
