Hal senada disampaikan Anani Syarif, petani tanaman pangan, hortikultura, sekaligus peternak dari Kabupaten Serang, Banten.
“Ini pengalaman yang sangat membanggakan. Kami merasa petani sekarang lebih diperhatikan. Kehadiran Presiden di tengah-tengah petani memberi semangat besar bagi kami untuk terus meningkatkan produksi,” katanya.
Dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Nurcholis mengaku ingin mendengar langsung arahan Presiden mengenai masa depan pertanian Indonesia.
“Generasi muda mulai banyak yang tertarik masuk sektor pertanian karena sekarang pertanian semakin menjanjikan. Terima kasih Pak Presiden. Kami sangat ingin bertemu dan berdialog langsung dengan Bapak,” ujarnya.
Sementara itu, Robi, petani asal Jawa Barat, menilai kehadiran Presiden menjadi bentuk penghargaan bagi petani sebagai garda terdepan penjaga ketahanan pangan bangsa.
“Jarang ada momentum sebesar ini. Kami merasa sangat bahagia karena Presiden hadir langsung bersama petani. Ini menjadi penyemangat bagi kami karena pada pemerintahan sekarang petani sangat diperhatikan. Harga hasil panen lebih baik, pupuk lebih mudah didapat, dan program-programnya sangat dirasakan manfaatnya,” tuturnya.
Dari ujung timur Indonesia, Frengky Fred Tungkoye, petani asal Jayapura, Papua, juga menyampaikan rasa bangganya dapat hadir dalam PENAS XVII.
“Kami datang membawa semangat dari tanah Papua. Banyak perubahan yang kami rasakan di sektor pertanian. Kehadiran Presiden membuat kami semakin yakin bahwa pertanian akan menjadi kekuatan utama Indonesia di masa depan,” katanya.
Puncak PENAS XVII Gorontalo menjadi salah satu pertemuan terbesar petani dan nelayan dalam sejarah Indonesia. Momentum ini sekaligus menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah dan pelaku utama sektor pangan dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan di bidang pangan.
Di tengah semangat kebersamaan yang menyatukan peserta dari Sabang hingga Merauke, kehadiran Presiden Prabowo diharapkan menjadi energi baru untuk mempercepat transformasi sektor pertanian nasional dan memperkokoh langkah Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. (*)

