Dari Sabang hingga Merauke, 100 Ribu Petani dan Nelayan Sambut Presiden Prabowo di PENAS XVII Gorontalo

Ramzy
Ramzy 35 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, GORONTALO – Antusiasme petani dan nelayan dari seluruh penjuru Indonesia mewarnai puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Sekitar 100 ribu peserta dan masyarakat diperkirakan akan memadati kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tony, Kabupaten Gorontalo, untuk menyambut kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Rabu (24/6/2026).

Dari jumlah tersebut, sekitar 55 ribu peserta akan berada di area utama kegiatan. Sejak pukul 6 pagi mereka sudah mengular untuk masuk ke area utama. Sementara puluhan ribu lainnya berada di luar lokasi, untuk menyaksikan secara langsung kehadiran Presiden yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional.

PENAS XVII sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Sejak pembukaan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, pertukaran pengetahuan, inovasi, serta penguatan jejaring antarpetani dan nelayan dari Sabang hingga Merauke.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tingginya antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap kemajuan sektor pertanian dan keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Kehadiran puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia menunjukkan besarnya harapan rakyat terhadap pembangunan pertanian Indonesia. Mereka ingin bertemu langsung dengan Presiden, menyampaikan aspirasi, sekaligus mengucapkan terima kasih atas berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani,” ujar Mentan Amran.

Menurut Amran, berbagai kebijakan Presiden Prabowo yang mendukung sektor pertanian telah memberikan optimisme baru bagi petani di seluruh Indonesia. Kemudahan akses pupuk, kebijakan harga gabah ditingkat petani, percepatan pembangunan dan rehabilitasi irigasi, optimalisasi lahan, cetak sawah rakyat, hingga modernisasi alat dan mesin pertanian menjadi fondasi penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

Baca juga :  Tiba di Kota Tanjung Selor, Tim Alumni SMANSA Makassar All Star Disambut Hangat Gubernur Kaltara Zainal Paliwang

“Kami melihat semangat yang luar biasa. Petani dan nelayan datang dari berbagai daerah dengan penuh semangat karena ingin menjadi bagian dari sejarah besar sektor pertanian Indonesia. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap arah pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah,” katanya.

Antusiasme tersebut juga dirasakan langsung oleh para peserta yang telah berada di Gorontalo sejak beberapa hari terakhir.

Yogi, petani padi asal Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mengaku rela menempuh perjalanan panjang demi dapat bertemu langsung dengan Presiden.

“Kami dari Aceh sangat senang bisa hadir di PENAS. Saya ingin menyampaikan langsung bahwa petani sekarang semakin terbantu dengan berbagai program pemerintah. Mudah-mudahan kami bisa berdialog dan menyampaikan aspirasi kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!