PEDOMANRAKYAT, BIMA – Gelombang protes mengguncang institusi Pegadaian. Empat organisasi kepemudaan (OKP), termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima, menggelar aksi demonstrasi serentak di sejumlah titik, menuntut pengembalian emas milik nasabah yang diduga bermasalah.
Aksi ini berlangsung di empat lokasi berbeda dengan melibatkan aliansi mahasiswa di tiap wilayah.
Di Kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi, demonstrasi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Ambalawi dan dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap), Deden. Di Kantor Pegadaian Cabang Bima yang dilakukan oleh PMII Cabang Bima dipimpin oleh Korlap Hariman.
Sementara di di tingkat provinsi, aksi berlangsung di Kantor Kanwil Pegadaian Provinsi NTB yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Mataram, dipimpin oleh Arif Albimawi sebagai Korlap. Adapun di tingkat pusat, demonstrasi juga dilakukan di Kantor Direktur Utama PT Pegadaian di Jakarta oleh Persatuan Mahasiswa Bima Jakarta dan dipimpin oleh Kasnoval sebagai Korlap.
Khusus untuk demonstrasi di Kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi sempat diwarnai pembakaran ban di depan kantor sebagai bentuk kekecewaan massa. Namun dengan adanya pengaman dari aparat Polres Bima Kota, aksi demo itu tetap berlangsung kondusif.
Dalam aksi demo itu, para pendemo turut membacakan pernyataan sikapnya yang terdiri dari beberapa poin tuntutan. Mereka mendesak PT Pegadaian segera mengembalikan emas seberat 478 gram milik nasabah yang diduga bermasalah. Selain itu, mereka menuding adanya praktik gadai ilegal yang terjadi di wilayah Bima.
Tak hanya itu, massa juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan audit menyeluruh dan Komprehensif terhadap operasional Pegadaian di wilayah tersebut. Mereka turut meminta pencopotan Kepala UPC Pegadaian Ambalawi serta Kepala Pegadaian Cabang Bima. Desakan juga diarahkan kepada Polres Bima Kota agar segera memproses kasus ini secara hukum sebagaimana yang sudah dilaporkan.
“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan melakukan penyegelan total terhadap UPC Pegadaian Ambalawi,” tegas perwakilan massa dalam orasinya.
