PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Puluhan demonstran yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi-HAM (LSM GEMPAK-HAM) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Jumat (22/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap krisis air bersih dan tidak mengalirnya distribusi air PDAM di sejumlah wilayah di Kota Makassar.
Dalam aksi itu, massa membawa berbagai tuntutan terkait keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Mereka menilai pelayanan PDAM belum maksimal, sementara pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan setiap bulan meski distribusi air kerap tersendat bahkan tidak mengalir sama sekali.
Setelah beberapa saat melakukan aksi di depan kantor PDAM, pihak perusahaan akhirnya menerima sejumlah perwakilan demonstran untuk melakukan mediasi. Pertemuan tersebut turut dihadiri jenderal lapangan aksi, Emil Salim, bersama beberapa perwakilan warga terdampak.
Dalam forum mediasi yang berlangsung di ruang pertemuan PDAM, Emil Salim menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait krisis air bersih yang dinilai semakin meresahkan. Ia meminta pihak PDAM turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya yang dialami warga di sejumlah titik terdampak.
“Kami meminta pihak PDAM melakukan pengecekan langsung di lokasi agar dapat mengetahui kondisi riil masyarakat saat ini. Warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih, sementara pembayaran tagihan tetap berjalan setiap bulan,” ujar Emil dalam mediasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus menjadi prioritas pelayanan pemerintah dan PDAM. Menurutnya, kondisi tersebut sangat membebani warga, terutama bagi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
