Dalam kesempatan itu, Prof. JJ juga membagikan kabar membanggakan. Universitas Hasanuddin meraih capaian gemilang di tingkat nasional, termasuk penghargaan dalam kompetisi Sustainable Development Goals (SDGs) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti).
“Sebagai alumni, tentu ada kebanggaan tersendiri. Unhas terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—ini hasil dari dukungan semua pihak,” tuturnya.
Ia menggambarkan transformasi Unhas sebagai perjalanan panjang—dari kampus yang dahulu riuh dan sederhana, menjadi ruang akademik yang kian nyaman, berprestasi, dan kompetitif. Seperti tanaman yang tumbuh dari tanah gersang, kini menghijau dan memberi kehidupan.
“Terima kasih dan salut untuk para alumni yang terus membawa nama baik almamater,” pungkasnya, disambut tepuk tangan panjang yang bergema hangat.
Sebelumnya, Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. Agnes Rampisela, M.Sc., menyampaikan laporan dengan nada penuh hormat dan haru.
“Saya merasa terhormat dapat mempertemukan kembali alumni FIP lintas angkatan, keluarga besar Unhas, khususnya Golden Reunion angkatan 1976.
Terima kasih atas partisipasi semua pihak, dan mohon maaf jika dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan,” ucapnya lembut.
Reuni ini bukanlah penutup cerita. Ia justru membuka babak baru—tentang benih-benih persaudaraan yang kembali ditanam hari ini, untuk tumbuh menjadi hutan rindang yang akan menaungi Unhas di masa depan. ( Ardhy M Basir )
