PEDOMANRAKYAT, TOMONI TIMUR, – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Usaha Tani Desa Alam Buana, Kecamatan Tomoni Timur, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Kantor Desa Alam Buana, Kamis (2/4/2026). Forum tertinggi dalam organisasi petani ini tidak hanya memaparkan capaian laba bersih sebesar Rp19,5 juta, tetapi juga menjadi ruang penekanan terhadap kedisiplinan administrasi kelompok guna menjamin kelancaran distribusi pupuk bersubsidi bagi para petani.
Camat Tomoni Timur, Yulius, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa RAT merupakan instrumen vital untuk memantau kesehatan organisasi secara transparan. Ia meminta agar setiap kelompok tani yang bernaung di bawah Gapoktan melaksanakan RAT di tingkat internal terlebih dahulu sebelum melangkah ke tingkat desa. Menurutnya, tidak ada alasan bagi kelompok tani untuk melewatkan agenda ini karena di sinilah perkembangan kelompok dipantau dan isu-isu mendesak terkait pertanian dicarikan solusinya secara kolektif.
Selain aspek organisasi, Yulius juga memberikan peringatan keras mengenai dampak piutang atau tunggakan dana di tingkat kelompok tani. Ia menjelaskan bahwa kelancaran pembayaran dana Gapoktan berbanding lurus dengan kemampuan lembaga dalam menebus pupuk ke pihak distributor. Jika terjadi kemacetan arus kas di tingkat anggota, maka dipastikan proses distribusi sarana produksi pertanian akan terhambat, yang pada akhirnya merugikan petani itu sendiri.
Hal senada diungkapkan oleh agen pupuk yang hadir dalam pertemuan tersebut. Pihaknya mengonfirmasi bahwa saat ini stok pupuk Urea tidak tersedia di gudang. Meskipun diharapkan akan tersedia dalam waktu dekat, kepastian pasokan di tingkat petani sangat bergantung pada ketersediaan dana kelompok yang siap digunakan untuk menebus pupuk begitu stok dari distributor tiba. Kondisi ini menuntut likuiditas keuangan yang sehat di internal Gapoktan.
Dalam laporan pertanggungjawaban yang dipaparkan oleh pengurus I Wayan Sukada, I Wayan Panca, dan I Gusti Ngurah tercatat bahwa Gapoktan Mitra Usaha Tani memiliki total saldo sebesar Rp144.467.761. Dari hasil usaha selama dua musim tanam, lembaga ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp21.000.440 dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) bersih mencapai Rp19.500.440.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Alam Buana I Made Redo, Koordinator BPP Tomoni Timur, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinkamtibmas, serta jajaran BPD. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan di Desa Alam Buana melalui pengelolaan kelembagaan tani yang lebih profesional dan disiplin.(#)
