Dikritik ALMAMATER, Perusahaan Klaim Serap 252 Tenaga Kerja Lokal dan Kantongi Izin Lingkungan

Ramzy 363 Pembaca
3 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, WAJO – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Tolak Eksploitasi Daerah (ALMAMATER) di depan Basecamp GSI 3D Tosora pada 17 Maret 2026 mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.

Melalui pernyataan resminya, perwakilan perusahaan, Hasbi, membantah sejumlah tudingan massa aksi, terutama terkait minimnya pelibatan tenaga kerja lokal serta dugaan dampak lingkungan dari kegiatan survei seismik.

“Kami menegaskan bahwa perusahaan tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam setiap tahapan kegiatan operasional,” ujar Hasbi dalam keterangannya.

Hasbi menyebut, hingga saat ini sebanyak 252 warga setempat telah terserap, baik sebagai tenaga kontrak maupun pekerja harian.

“Jumlah tersebut merupakan bentuk komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat sekitar wilayah kerja,” tambahnya.

Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan tuntutan demonstran. Massa aksi menilai peluang kerja bagi masyarakat sekitar masih terbatas dan belum merata.

Selain itu, perusahaan juga menyebut telah melibatkan pelaku usaha lokal dalam mendukung operasional di lapangan. Kehadiran sejumlah fieldcamp diklaim memberi dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah kerja.

“Kami juga menggandeng pelaku usaha lokal untuk mendukung kebutuhan logistik dan operasional, sehingga ada perputaran ekonomi di masyarakat,” jelas Hasbi.

Meski demikian, para demonstran menilai manfaat ekonomi tersebut belum signifikan dan belum dirasakan secara luas oleh masyarakat terdampak.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version