PEDOMANRAKYAT, WAJO – Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo mengeluarkan surat edaran kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak setelah ditemukan dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah tersebut.
Surat edaran yang diterbitkan pada 16 Maret 2026 itu menyebutkan bahwa hasil kajian epidemiologi menunjukkan adanya KLB suspek campak di Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terdapat delapan kasus suspek campak yang telah memenuhi kriteria KLB untuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Wajo agar meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan.
Dalam edaran itu, Dinas Kesehatan meminta puskesmas untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua dan pengasuh anak mengenai bahaya campak dan pentingnya imunisasi.
Selain itu, tim pelaksana imunisasi diminta melakukan pengecekan status imunisasi MR (Measles Rubella) pada anak-anak guna memastikan seluruh sasaran telah mendapatkan imunisasi.
Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya peningkatan cakupan imunisasi secara merata di setiap wilayah serta melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan berbagai lintas sektor untuk menekan penyebaran penyakit.
Dalam upaya deteksi dini, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta melaporkan setiap kasus suspek campak melalui sistem SKDR serta melakukan pemetaan risiko berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi.
Sementara itu, untuk penanganan kasus, tenaga kesehatan diminta melakukan isolasi terhadap penderita minimal tujuh hari sejak munculnya ruam, pemberian vitamin A sesuai usia, serta penanganan medis sesuai kondisi pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Dr. drg. Armin AR., M. Kes, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak.
“Kami telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan. Saat ini terdapat delapan kasus suspek campak di Kelurahan Wiringpalennae yang memenuhi kriteria KLB, sehingga perlu langkah cepat agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.
“Kami mengimbau para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anaknya, khususnya imunisasi MR. Jika anak mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan muncul ruam pada kulit, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan,” tambahnya.
Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas serta memastikan kasus campak di Kabupaten Wajo dapat segera dikendalikan. (Deden)
