PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala UPT SMA Negeri 2 Makassar H. Syafruddin M., S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sulawesi Selatan, mengungkapkan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 di sekolah yang dipimpinnya menarik minat calon siswa dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Gowa dan Kabupaten Barru. Fenomena tersebut, menurut dia, menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMAN 2 Makassar.
Saat ditemui di SMAN 2 Makassar, kawasan Baji Gau, Kota Makassar, Jumat (26/6/2026), Syafruddin mengatakan, salah satu kekuatan sekolah yang dipimpinnya terletak pada penerapan disiplin sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
Ia menjelaskan, budaya disiplin yang diterapkan secara konsisten telah berkontribusi terhadap capaian lulusan sekolah. Banyak alumni SMAN 2 Makassar diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di dalam negeri, bahkan melanjutkan pendidikan ke sejumlah universitas di luar negeri, termasuk di Toronto, Kanada, dan Sydney, Australia.
Menurut Syafruddin, penerapan disiplin tidak hanya menjadi kewajiban bagi siswa, tetapi juga harus dimulai dari seluruh unsur sekolah, mulai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan.
"Jangan hanya siswa yang disuruh disiplin, sedangkan kepala sekolah, wakil, guru, dan staf tidak disiplin. Itu bisa menimbulkan persoalan," ujarnya.
Selain membangun budaya disiplin, SMAN 2 Makassar juga terus meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Guru didorong memanfaatkan digitalisasi pembelajaran agar materi yang disampaikan di kelas lebih mudah dipahami peserta didik.
Di tempat yang sama, salah seorang orang tua calon siswa asal Kabupaten Barru, Yosi Febrisia, mengaku memilih mendaftarkan anaknya ke SMAN 2 Makassar karena reputasi sekolah tersebut dalam menerapkan kedisiplinan selama proses belajar mengajar.
Menurut Yosi, kualitas lulusan SMAN 2 Makassar menjadi salah satu pertimbangan utama. Banyak alumni sekolah itu diterima di perguruan tinggi bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia juga menilai sistem pengawasan terhadap siswa berjalan dengan baik, mulai dari pembinaan pergaulan hingga aktivitas keseharian di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut dinilai mampu membentuk karakter siswa yang lebih disiplin.
"SMA Negeri 2 sangat tegas dalam menerapkan aturan sekolah sehingga anak-anak terbiasa mengikuti ketentuan yang berlaku," katanya.
Yosi menambahkan, para guru di SMAN 2 Makassar dikenal memberikan pendampingan dan pengawasan secara intensif kepada peserta didik. Karena itu, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan etika dan moral siswa. (Hdr)
