PKBI Sulsel Gandeng Kominfo Makassar Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Target 95:95:95 Penanggulangan HIV/AIDS

Ramzy 9 Pembaca
5 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Makassar melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar audiensi dan lobi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para pemangku kepentingan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Jalan Slamet Riyadi No.1, Kecamatan Ujung Pandang, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari Multi-Stakeholders Meeting (BL-158) tersebut bertujuan membangun kesepahaman, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan komitmen bersama dalam mendukung program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Makassar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Makassar, tren pemeriksaan HIV dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tingginya cakupan layanan tes HIV. Pada tahun 2022 tercatat sebanyak 54.821 orang menjalani pemeriksaan HIV, dengan 1.083 orang dinyatakan positif. Sementara pada tahun 2023, jumlah masyarakat yang melakukan tes meningkat menjadi 57.690 orang, dengan 1.015 kasus positif. Adapun pada tahun 2024 sebanyak 48.139 orang mengikuti pemeriksaan HIV dan ditemukan 925 kasus positif.

Selain itu, hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 5.293 Orang Dengan HIV (ODHIV) menjalani terapi antiretroviral (ARV). Dari jumlah tersebut, terdapat 67 anak dengan HIV yang sedang menjalani pengobatan atau terapi ARV secara rutin.

Data tersebut menunjukkan bahwa upaya penanggulangan HIV/AIDS masih memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Pencegahan penularan HIV tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, organisasi sipil, dunia usaha, media, hingga kelompok-kelompok komunitas yang selama ini menjadi mitra dalam program kesehatan masyarakat.

Dalam paparannya, PKBI Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa strategi pencegahan HIV/AIDS diarahkan untuk menekan angka penularan baru, meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV (ODHIV), serta meminimalkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akibat penyakit tersebut.

Salah satu kelompok yang menjadi fokus dalam program pencegahan adalah populasi kunci, termasuk pekerja seks perempuan, yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui edukasi, deteksi dini, akses layanan kesehatan, pendampingan pengobatan, hingga penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

PKBI menilai keberhasilan program penanggulangan HIV/AIDS hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen pemerintah dan masyarakat berjalan secara sinergis. Upaya tersebut mencakup aspek pencegahan, pengobatan, mitigasi dampak, serta penciptaan lingkungan yang kondusif agar ODHIV dapat hidup sehat, produktif, dan tetap berkontribusi dalam pembangunan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version