Diskresi Bahlil untuk IAS Jadi Sinyal Kuat Jelang Musda Golkar Sulsel

Ramzy 132 Pembaca
3 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic Consulting, Nurmal Idrus, menilai surat diskresi yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menjadi tahapan paling menentukan dalam proses pencalonan mantan Wali Kota Makassar itu pada Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Penilaian itu disampaikan Nurmal menyusul terbitnya surat diskresi yang ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan diserahkan langsung kepada IAS di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut Nurmal, diskresi tersebut menjadi faktor penting karena sebelumnya IAS memerlukan pengecualian atau izin khusus dari DPP untuk dapat memenuhi syarat maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

“Diskresi itu ibarat jalan tol bagi IAS menuju kursi Ketua Golkar Sulsel. Bahkan bisa disebut sebagai tahapan paling krusial yang berhasil ia lewati. Sebab secara administratif dan organisatoris, IAS sebelumnya berada pada posisi yang memerlukan pengecualian atau izin khusus dari DPP untuk dapat maju sebagai calon ketua,” kata Nurmal.

Terbitnya surat diskresi itu sekaligus memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah kontestasi Musda Golkar Sulsel mendatang. Sejumlah kalangan menilai keputusan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan DPP terhadap IAS.

Nurmal menilai, keputusan DPP tidak hanya menyelesaikan aspek administratif pencalonan, tetapi juga mengandung pesan politik yang kuat kepada para pemilik suara dalam Musda.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version