Kemenag: Kerukunan Adalah Kekuatan Bangsa
Sementara itu, perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Pembimas Buddha, Sumarjo, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia.
Menurutnya, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari krisis ekonomi hingga konflik di berbagai belahan dunia, Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kebersamaan dalam keberagaman.
“Indonesia adalah bangsa yang besar bukan karena kita sama, tetapi karena kita mampu hidup berdampingan dalam perbedaan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi berbagai organisasi keagamaan dan forum lintas iman yang selama ini aktif membangun komunikasi serta kerja sama dalam menjaga harmoni sosial.
Menurutnya, nilai-nilai Ramadhan seperti kesabaran, pengendalian diri, empati, serta kepedulian terhadap sesama merupakan nilai universal yang juga diajarkan oleh semua agama.
“Ketika tokoh-tokoh agama berkumpul seperti hari ini, kita sedang menunjukkan kepada masyarakat bahwa agama hadir untuk memperkuat kemanusiaan, bukan untuk mempertajam perbedaan,” katanya.
FKUB Tekankan Pentingnya Silaturahmi Kebangsaan
Ketua FKUB Sulawesi Selatan, Prof. KH Muammar Bakry, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa silaturahmi kebangsaan merupakan sarana penting dalam memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar pertemuan sosial, tetapi memiliki makna mendalam dalam membangun kepercayaan dan mempererat hubungan antarumat manusia.
“Silaturahmi mengingatkan kita bahwa kita memiliki satu rahim besar sebagai bangsa Indonesia. Kita mungkin berbeda agama, suku, dan budaya, tetapi kita tetap satu sebagai sesama manusia dan sesama warga negara,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dialog lintas agama harus terus diperkuat agar masyarakat dapat saling memahami serta membangun rasa saling menghormati.
Melalui komunikasi yang terbuka dan penuh rasa persaudaraan, potensi konflik dapat dicegah dan harmoni sosial dapat terus terjaga.
Dihadiri Tokoh Lintas Agama
Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Buka Puasa Lintas Agama ini dihadiri berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang keimanan.
Di antaranya Sumarjo (Pembimas Buddha Kemenag Sulsel), Heikal S.STP., MM. (Kabid Ekososbud Kesbangpol Sulsel), Dr. Yusril Arsyad (MUI Sulsel), Prof. Mustari Bosra (Ketua FKLA Sulsel), Mallingkai Ilyas (Ketua Tim KUB), Hasid Hasan Palogai, Yohannis Metris (Ketua PGIW Sulselra), Pastor Albert Arina (Keuskupan Agung Makassar), Gede Durahman (Ketua PHDI Sulsel), Ir. Yonggris (Ketua Permabudhi Sulsel), Nurman Said, Prof. H. M. Ghalib, Adrie Massie (PGIW Sulselra), Mardyawati Yunus, St. Saenab, Prof. Muh. Natsir, serta keluarga besar WALUBI Sulsel.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan pemuda lintas agama serta media yang selama ini turut berperan dalam menyuarakan pesan-pesan toleransi dan perdamaian.
Merawat Sulawesi Selatan sebagai Rumah Bersama
Melalui kegiatan ini, DPD WALUBI Sulawesi Selatan bersama FKUB Sulawesi Selatan berharap semangat kebersamaan lintas agama dapat terus diperkuat sehingga Sulawesi Selatan tetap menjadi rumah bersama yang damai, harmonis, dan penuh toleransi bagi seluruh masyarakat.
Seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan bangsa.
Dengan terus membangun dialog, kerja sama, dan silaturahmi lintas agama, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa persaudaraan kemanusiaan adalah fondasi utama dalam menjaga masa depan Indonesia yang damai dan sejahtera. (*)

