Farid Mamma Soroti Hak Anak di Tengah Polemik Melati dan Oknum TNI

Ramzy 579 Pembaca
3 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Direktur Pukat Sulsel, Farid Mamma, meminta perhatian publik tidak lagi terfokus pada polemik pribadi yang menyeret perempuan berinisial T alias Melati dengan seorang oknum TNI berinisial W, melainkan pada masa depan anak yang kini masih berada dalam kandungan.

Menurut Farid, anak tersebut tetap memiliki hak yang wajib dilindungi negara, terutama terkait identitas, administrasi kependudukan, hingga kepastian hukum setelah lahir nanti.

“Yang harus dipikirkan sekarang adalah nasib anak dalam kandungan ini. Ketika lahir nanti, dia membutuhkan identitas yang jelas, akta kelahiran, dan kepastian administrasi kependudukan untuk masa depannya,” ujar Farid.

Beberapa pekan terakhir, nama Melati ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan sengketa pengakuan anak dengan oknum TNI tersebut. Situasi semakin berkembang setelah video lama tahun 2024 kembali beredar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik.

Di tengah sorotan itu, Melati memilih menghindari polemik berkepanjangan dan lebih memusatkan perhatian pada kondisi kehamilannya yang kini memasuki usia lima bulan.

Ia mengaku tidak ingin masa lalu terus menjadi perdebatan, sementara masa depan anak yang dikandungnya justru terabaikan.

“Kita fokus saja ke masa depan anak ini,” ucapnya pelan.

Melati mengatakan, persoalan yang dihadapinya saat ini bukan lagi sekadar konflik hubungan pribadi antara dua orang dewasa, tetapi sudah menyangkut masa depan seorang anak yang menurutnya tidak boleh menjadi korban keadaan.

“Saya cuma ingin anak ini lahir baik-baik dan punya masa depan,” katanya lirih.

Farid menjelaskan, persoalan pengakuan ayah biologis dapat berdampak panjang terhadap hak sipil anak, mulai dari dokumen kependudukan, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan hukum di kemudian hari.

“Kalau identitas ayah biologis tidak jelas, tentu ini bisa berdampak terhadap administrasi anak nantinya. Karena itu persoalan seperti ini harus diselesaikan dengan pikiran dingin,” katanya.

Ia juga menyayangkan polemik yang terus berkembang di ruang digital. Menurutnya, kedua pihak sebaiknya menyelesaikan persoalan secara dewasa tanpa menjadikannya konsumsi publik secara berkepanjangan.

“Mereka ini orang dewasa semua. Jangan sampai persoalan pribadi terus menjadi konsumsi publik sementara anak yang belum lahir justru menjadi korban,” tegasnya.

Farid mengaku mendampingi Melati karena prihatin terhadap kondisi psikologis perempuan tersebut yang harus menghadapi tekanan di tengah kehamilannya.

“Saya mendampingi Melati karena saya kasihan melihat nasib anak yang ada dalam kandungannya. Anak itu tidak punya salah,” pungkas Farid. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version