Filosofi A’jama Sitappa, Antar Maksud Hakim Menjadi Guru Besar Sekaligus Rektor Pertama Institut Turatea

Mahyuddin 352 Pembaca
3 Menit baca

Bermula di tahun 1996, saat mahasiswa YAPTI masih berjumlah 100 orang, Maksud Hakim menjabat sebagai pembantu ketua II STIE YAPTI, kemudian menjadi Ketua STIE. Genap 26 tahun mengabdi di Kampus YAPTI, kini Maksud Hakim menjabat sebagai Rektor INTI dengan menyandang guru besar.

“Dari awal saya memang bercita-cita menjadi dosen. Dunia pendidikan adalah minat dan mimpi saya, namun tidak pernah menyangka bisa menjadi guru besar. Ini tidak terlepas dari dukungan dan motivasi yang tidak henti diberikan oleh pembina yayasan pak Anwar Rivai,” aku Maksud Hakim.

“Ajaran untuk senantiasa A’jama Sitappa adalah motivasi yang selalu diberikan pak Anwar Rivai pada saya. Bahwa seberat apapun pekerjaan harus diselesaikan dengan baik dan benar. Tidak boleh berhenti sebelum pekerjaan itu tuntas,” ujar Maksud Hakim.

Kegigihan seorang Maksud Hakim dalam meniti mimpi dan cita-cita mulai terbangun sejak SD hingga meraih gelar profesor. Setelah membacakan pidato pengkuhannya berjudul “Strategi Meretas Kemiskinan yang Merupakan Gejala Sosial dalam Kehidupan” Maksud Hakim menyampaikan sedikit kilas balik proses pencapaian pendidikannya.

“Saya meniti karier pendidikan dengan keadaan yang prihatin,” ungkap Maksud Hakim sambil menyeka air mata. “Apa yang telah saya raih sekarang adalah bukti bahwa dengan ikhtiar serta doa kepada Allah yang Maha Kuasa, segala yang tidak mungkin akan menjadi kenyataan,” jelasnya mantap.

Acara berakhir ba’da Dhuhur. Berfoto-foto lalu bersantap bersama, lalu ditutup sholat Dhuhur berjamaah.(ab)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version