“Insyaallah akan ada kelas ekshibisi dari publik figur ternama di Indonesia. Tujuannya untuk menambah daya tarik sekaligus menjadi magnet positif bagi perkembangan olahraga domino,” jelasnya.
Jhon juga menegaskan bahwa ORADO memiliki misi besar untuk menjadikan domino sebagai bagian dari industri olahraga (sport industry) yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia mencontohkan bagaimana kegiatan turnamen domino di kawasan Ramadhan Market juga memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami juga berbincang dengan pelaku UMKM di sini. Kehadiran ORADO ternyata membawa kebahagiaan bagi mereka karena ramai pengunjung yang datang, membeli makanan dan minuman” tuturnya.
Selain itu, ORADO juga berencana mengajukan diri sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar olahraga domino dapat diakui secara resmi dalam sistem olahraga nasional, bahkan membuka peluang untuk berkembang hingga tingkat internasional.
“Misi besar kami adalah membawa ORADO menjadi olahraga sport industry yang tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Jhon berharap olahraga domino dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas secara positif.
“Daripada anak-anak muda nongkrong tanpa arah, lebih baik menyalurkan bakat mereka di olahraga domino. Di sini mereka bisa berprestasi, bahkan berkarir sebagai atlet profesional yang memiliki masa depan lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PB ORADO, Marshel Widianto, mengatakan bahwa salah satu misi utama ORADO adalah mengangkat citra permainan domino agar memiliki nilai olahraga yang lebih tinggi di mata masyarakat.
Menurut Marshel, domino selama ini dikenal sebagai permainan rakyat yang telah dimainkan secara turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia.
“Misi kami adalah menaikkan domino agar naik kelas. Dari yang sebelumnya hanya dikenal sebagai permainan rakyat, kini kita ingin menjadikannya sebagai olahraga yang memiliki sistem kompetisi dan pembinaan atlet yang jelas,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa permainan domino sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak lama, bahkan sering dimainkan dalam berbagai kegiatan keluarga.
“Dari zaman orang tua saya dulu sudah sering bermain domino, kemudian diturunkan ke anak-anaknya. Bahkan ketika kumpul keluarga, selalu ada saja yang bermain domino,” katanya.
Marshel menilai bahwa olahraga domino sebenarnya memiliki banyak manfaat, seperti melatih kreativitas, strategi berpikir, serta mempererat hubungan sosial antar pemain.
Selain itu, ia optimistis domino berpotensi berkembang menjadi olahraga yang mampu bersaing di tingkat internasional, sebagaimana cabang olahraga kartu lainnya seperti bridge.
“Domino ini bisa mengasah kreativitas, mempererat silaturahmi, dan juga membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru. Tidak menutup kemungkinan ke depan olahraga ini juga bisa berkembang hingga ke level internasional,” jelas Marshel.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Pengprov ORADO Sulawesi Selatan Firman Zulkadri, SH menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan olahraga domino di Sulawesi Selatan melalui berbagai kegiatan turnamen dan pembinaan atlet secara berkelanjutan. (And)
