Jhon LBF: Antusiasme Domino di Makassar Jadi Modal Besar Menuju Kejurnas Bogor 2026

Ramzy 690 Pembaca
8 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) kembali menggelar Mini Turnamen Domino “THE LAW 101 ORADO” yang berlangsung di kawasan Lapbas Ramadhan Market, Kota Makassar, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan sekaligus persiapan atlet domino di Sulawesi Selatan menjelang pelaksanaan kejuaraan tingkat provinsi hingga kejuaraan nasional.

Turnamen tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus pusat ORADO, di antaranya Ketua Bidang Humas PB ORADO Henri Kurnia Adhi yang dikenal dengan sapaan Jhon LBF, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) PB ORADO Marshel Widianto, Ketua Pengprov ORADO Sulawesi Selatan Firman Zulkadri, SH, serta Ketua Pengcab ORADO Makassar Andi Syahrum AZ.

Kehadiran para pengurus pusat ini menjadi bentuk dukungan langsung terhadap antusiasme komunitas domino di Sulawesi Selatan yang terus berkembang pesat.

Ketua Bidang Humas PB ORADO, Jhon LBF saat ditemui media mengungkapkan bahwa dirinya bersama Marshel Widianto datang langsung ke Makassar untuk melihat secara langsung perkembangan olahraga domino yang tengah digalakkan oleh pengurus ORADO di daerah.

Menurutnya, kegiatan turnamen yang digelar di Makassar tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama 18 hari berturut-turut sepanjang bulan Ramadan, yang diinisiasi oleh Pengcab ORADO Makassar bersama Pengprov ORADO Sulawesi Selatan.

“Kehadiran kami di Kota Makassar bersama Marshel Widianto tentu dengan antusias yang tinggi. Ini merupakan hari ke-18 kegiatan turnamen domino yang digelar secara berturut-turut selama bulan puasa oleh Pengcab ORADO Makassar dan Pengprov Sulsel,” ujar Jhon LBF.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Sulawesi Selatan.

Selain itu, turnamen ini juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan atlet-atlet domino yang nantinya akan berlaga pada Kejuaraan Nasional ORADO pertama yang rencananya digelar pada 24–26 April 2026 di Bogor.

“Saya hadir sebagai Ketua Bidang Humas PB ORADO dan Pak Marshel Widianto sebagai bentuk dukungan dari pengurus pusat terhadap kegiatan nyata yang dilakukan oleh teman-teman di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar,” jelasnya.

Jhon menambahkan bahwa ORADO kini telah hadir di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino yang kini mulai dikembangkan secara profesional.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana suasana, semangat, dan gelora para peserta turnamen di lapangan. Hasil kunjungan ini nantinya akan kami laporkan kepada Ketua Umum PB ORADO, Bapak Yooky Tjahrial, serta jajaran pengurus pusat lainnya sebagai bahan evaluasi kesiapan daerah dalam menyambut Kejuaraan Nasional ORADO,” ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, menunjukkan kesiapan yang cukup baik dalam mengembangkan olahraga domino. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti turnamen, baik dari kategori junior maupun senior.

Untuk kategori junior sendiri diikuti oleh peserta dengan rentang usia 14 hingga di bawah 18 tahun, yang dipersiapkan sebagai generasi atlet domino masa depan. Sementara untuk kategori senior juga menunjukkan antusiasme yang tidak kalah besar.

Lebih lanjut, Jhon LBF menyampaikan bahwa PB ORADO saat ini tengah mempersiapkan secara matang pelaksanaan Kejuaraan Nasional ORADO pertama, yang menjadi momentum penting setelah organisasi tersebut resmi dideklarasikan pada 7 Januari 2026 dan melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana.

“Kejuaraan nasional ini akan menjadi perhelatan besar bagi ORADO. Kami tidak ingin mengecewakan semangat dari teman-teman di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota yang begitu antusias terhadap perkembangan olahraga domino,” katanya.

PB ORADO, lanjutnya, juga tengah merancang konsep kejurnas yang menarik dan berkesan, termasuk kemungkinan menghadirkan pertandingan ekshibisi yang melibatkan sejumlah figur publik ternama di Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk semakin mengenal olahraga domino sebagai cabang olahraga yang kompetitif dan profesional.

“Insyaallah akan ada kelas ekshibisi dari publik figur ternama di Indonesia. Tujuannya untuk menambah daya tarik sekaligus menjadi magnet positif bagi perkembangan olahraga domino,” jelasnya.

Jhon juga menegaskan bahwa ORADO memiliki misi besar untuk menjadikan domino sebagai bagian dari industri olahraga (sport industry) yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana kegiatan turnamen domino di kawasan Ramadhan Market juga memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

“Kami juga berbincang dengan pelaku UMKM di sini. Kehadiran ORADO ternyata membawa kebahagiaan bagi mereka karena ramai pengunjung yang datang, membeli makanan dan minuman” tuturnya.

Selain itu, ORADO juga berencana mengajukan diri sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar olahraga domino dapat diakui secara resmi dalam sistem olahraga nasional, bahkan membuka peluang untuk berkembang hingga tingkat internasional.

“Misi besar kami adalah membawa ORADO menjadi olahraga sport industry yang tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Jhon berharap olahraga domino dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas secara positif.

“Daripada anak-anak muda nongkrong tanpa arah, lebih baik menyalurkan bakat mereka di olahraga domino. Di sini mereka bisa berprestasi, bahkan berkarir sebagai atlet profesional yang memiliki masa depan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PB ORADO, Marshel Widianto, mengatakan bahwa salah satu misi utama ORADO adalah mengangkat citra permainan domino agar memiliki nilai olahraga yang lebih tinggi di mata masyarakat.

Menurut Marshel, domino selama ini dikenal sebagai permainan rakyat yang telah dimainkan secara turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia.

“Misi kami adalah menaikkan domino agar naik kelas. Dari yang sebelumnya hanya dikenal sebagai permainan rakyat, kini kita ingin menjadikannya sebagai olahraga yang memiliki sistem kompetisi dan pembinaan atlet yang jelas,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa permainan domino sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak lama, bahkan sering dimainkan dalam berbagai kegiatan keluarga.

“Dari zaman orang tua saya dulu sudah sering bermain domino, kemudian diturunkan ke anak-anaknya. Bahkan ketika kumpul keluarga, selalu ada saja yang bermain domino,” katanya.

Marshel menilai bahwa olahraga domino sebenarnya memiliki banyak manfaat, seperti melatih kreativitas, strategi berpikir, serta mempererat hubungan sosial antar pemain.

Selain itu, ia optimistis domino berpotensi berkembang menjadi olahraga yang mampu bersaing di tingkat internasional, sebagaimana cabang olahraga kartu lainnya seperti bridge.

“Domino ini bisa mengasah kreativitas, mempererat silaturahmi, dan juga membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru. Tidak menutup kemungkinan ke depan olahraga ini juga bisa berkembang hingga ke level internasional,” jelas Marshel.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Pengprov ORADO Sulawesi Selatan Firman Zulkadri, SH menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan olahraga domino di Sulawesi Selatan melalui berbagai kegiatan turnamen dan pembinaan atlet secara berkelanjutan. (And)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version