Kalimantan Bersiap Cetak Sejarah: Jalur Rel Pertama Dimulai dari Kaltara, Targetkan Tembus IKN hingga Malaysia!

Ramzy 141 Pembaca
5 Menit baca

Akselerasi pembangunan jalur kereta api ini dinilai krusial, tak hanya untuk memangkas waktu tempuh manusia dan barang, tapi juga demi memantik lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan.

Investor Dinilai Serius

Pemerintah Provinsi Kaltara pun sangat optimistis proyek transportasi masal ini bisa segera bergeser dari atas kertas menuju realisasi nyata di lapangan.

Di mata Zainal, investor yang tengah menjajaki kerja sama ini memperlihatkan komitmen yang sangat serius untuk menancapkan rel pertama di provinsi termuda di Indonesia tersebut.

Gubernur bahkan memasang target ambisius agar nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Kaltara dan pihak investor bisa resmi diteken sebelum tahun ini berakhir.

“Kami menargetkan penandatanganan MoU bersama pihak investor sudah bisa terlaksana sepenuhnya pada tahun ini,” tegas Zainal.

Keberhasilan proyek ini nantinya akan dicatat sebagai tonggak sejarah baru bagi sistem transportasi rel di Kalimantan, sekaligus mengejar ketertinggalan infrastruktur dari Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Cari Investor Rusia

Di sisi lain, upaya mematangkan proyek perkeretaapian ini juga dibawa ke kancah internasional. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuka pintu lebar-lebar bagi Rusia untuk berkolaborasi membangun rel di kawasan pertumbuhan baru, termasuk Kalimantan.

Peluang emas ini dipaparkan langsung oleh AHY saat menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di Rusia pada Jumat (5/6/2026). Di hadapan peserta forum, Indonesia menyodorkan berbagai proyek strategis mulai dari perkeretaapian, pelabuhan, hingga logistik maritim kepada Rusia dan negara-negara Eurasia.

Langkah diplomasi infrastruktur ini berjalan selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin mempercepat pemerataan pembangunan di luar Jawa melalui penguatan konektivitas antarwilayah.

“Langkah ini membuka ruang kolaborasi besar, mulai dari manufaktur bersama untuk armada kereta dan pelabuhan, transfer teknologi sistem persinyalan dan logistik digital, hingga integrasi koridor kereta api dan pelabuhan yang modern,” pungkas AHY dalam rilis resminya. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version