Kapolres menekankan bahwa melalui Latja, diharapkan lahir personel Polri yang profesional, humanis, dan presisi. Siswa diharapkan mampu mengembangkan inisiatif, kreativitas, serta kemampuan menghadapi tantangan tugas ke depan. “Menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Seluruh pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus digunakan untuk melayani serta mengayomi dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” tambahnya.
Kapolres berharap para siswa menjadi bintara Polri yang kreatif, terampil, profesional, patuh hukum, serta mampu mewujudkan Polri Presisi di tengah masyarakat. (ard)
