Tak hanya fokus pada tugas militer, selama menetap di Makassar Muhammad Ali juga aktif berbaur dalam kegiatan sosial masyarakat, khususnya di dunia selam. “Saya bahkan sempat terlibat langsung dalam momen pemecahan rekor yang melibatkan 200 penyelam saat itu,” kenang sang Laksamana.
Kedekatan emosional itulah yang membuat Kasal merasa memiliki ikatan kuat, terlebih saat mengetahui SAR Unhas diperkuat oleh tim penyelam yang andal untuk misi kemanusiaan. “Eksistensi SAR Unhas yang bertahan hingga kini tentu berkat sinergi banyak pihak, termasuk TNI AL. Hal ini pula yang mendasari penilaian Kepala Basarnas (BNPP) bahwa SAR Unhas layak menjadi ‘role model’ bagi SAR mahasiswa di seluruh Indonesia,” tambah Umar.
Dalam kesempatan yang sama, Umar juga sempat melontarkan tantangan yang tengah dihadapi SAR Unhas terkait keterbatasan armada dan peralatan operasional saat ini. Menanggapi hal itu, Kasal langsung menginstruksikan jajarannya untuk segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui divisi terkait di TNI AL. “Prinsipnya, jika ada kendala atau kebutuhan mendesak, segera koordinasikan dengan komando daerah angkatan laut (Kodaeral VI) setempat,” tegas Kasal.
Pertemuan yang berlangsung produktif tersebut ditutup dengan saling bertukar cindera mata serta sesi dokumentasi bersama. Menariknya, Kasal M. Ali juga membagikan cindera mata eksklusif berupa koin pelaut berukir namanya sendiri kepada para anggota SAR Unhas yang hadir.
Selama audiensi, Kasal didampingi oleh Wakasal Laksdya TNI Edwin, SH, M.Han, MH, serta Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan, ST, M.Si, CHRMP, M.Tr.Opsla.
Sementara itu, delegasi SAR Unhas yang mendampingi Umar Arsal terdiri dari figur-figur lintas profesi, antara lain Ir. M. Riady Bakri (edukator & pengamat burung), Bohari Kewa, SH (notaris), A. Gener Wakulu (jurnalis), Rezkiany Bouato, SE (pengusaha), dan Ir. Ardi Simpala, M.Si (pakar kelapa Indonesia). (*)
