Kata Sebagai Senjata, Puisi Rusdin Tompo (Bag 1) : Potret Ironi Di Rumah Jabatan Wali Kota

Rusdy
Rusdy 288 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : Mahrus Andis, Kritikus Sastra tinggal di Bulukumba

Rusdin Tompo, seorang penyair, esais, dan editor berbagai macam buku. Lelaki jangkung kelahiran Ambon 1968 ini menulis kumpulan puisi berjudul Kata Sebagai Senjata. Buku setebal 142 halaman dengan muatan puisi 100 lebih ini, diterbitkan oleh Rayhan Intermedia, Makassar, Cetakan Pertama September 2020.

Ada empat tema besar di buku ini. Semua subjudul diberi tagar, yaitu: 1. Beda Kota dengan Desaku, 2. Bangsa yang Tidak Selesai dengan Sejarahnya, 3. Kurapikan Ingatan dan Hatiku, serta 4. Cahaya Itu.

Di bagian pertama tulisan ini, saya ingin berbicara tentang satu puisi Rusdin Tompo, berjudul “Rumah Jabatan Walikota.” Inilah puisi selengkapnya :

RUMAH JABATAN  WALI KOTA

rumah putih menghadap pantai/

dengan pemandangan senja tak lagi istimewa/

setiap gelaran acara rupa-rupa makan minum/

diongkosi negara dari pajak rakyat/

selalu begitu setiap kali perjamuan/

senarai menu melimpah/

di ujung kegiatan, anggaran yang digelontorkan hanya

jadi sampah di depan rumah jabatan membentang jalan raya/

setiap akhir pekan berubah jadi kawasan car free day/

bebas kendaraan tak membebaskan kota dan penderitaan/

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Ratusan Warga Sulut di Makassar Rayakan Natal, Febe Frida Enoch : K2SI Bukan Organisasi Pemecah Belah
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!