Kerukunan Warga Islam Maluku di Makassar Gelar Tarawih Bersama

Mahyuddin 261 Pembaca
3 Menit baca

Usai ceramah agama dilanjutkan diskusi kecil dipandu Wakil Ketua Bidang Sosial dan Agama (Ul Putuhena). Dalam diskusi itu mengemuka, keberadaan warga Islam Maluku sudah begitu lama. Mereka telah menyatu dan berbaur dengan kehidupan Bugis-Makassar, bahkan telah beranak pinang di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ini.

Khusus untuk mahasiswa Islam Maluku di Makassar dapat memanfaatkan peluang belajar dengan sungguh sungguh, agar meraih prestasi yang dibanggakan bukan saja oleh keluarga, melainkan agama, dan daerah.

Meski begitu, seluruh warga KWIM di Makassar tidak boleh melupakan akar dan budaya orang Maluku yang harus memupuk kerukunan, menjaga kehormatan, menjaga komitmen, menjaga nama baik, dan menjaga kekerabatan bahwa, mereka datang dari pulau rempah rempah, dari laut yang tak berujung, dan kini berada di Kota Makassar, kota yang terkenal dengan nilai bilai kehormatan siri’ (harga diri), tradisi bahari yang kuat, serta nilai gotong royong.

Terpisah Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan KWIM, Salama Kaplale menambahkan, selama Ramadhan tahun ini,  pihaknya melakukan terawih bersama selama empat kali. Tarawih kedua di Asrama Putri ‘Ama Sumitro”, Jalan Tupai pada Sabtu, 28 Pebruari, ketiga di kediaman Rio Subagio (BTN Makio Baji Blok D.16-17) Antang, Jumat, 6 Maret, dan ke empat di Asrama Puti “Ama Sumitro” Jalan Tupai No 125, Ahad 15 Maret.(Din Pattisahusiwa/Koordinator Humas KWIM)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version