Kolaborasi LAN RI dan Pemkab Mamuju Percepat Penguatan Guru PPPK

Rusdy
Rusdy 737 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKSSAR – Upaya memperbaiki kualitas layanan pendidikan di daerah terus digerakkan dari hulu, yakni dari peningkatan kompetensi para pengajarnya.

Senin (26/1/2026), Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SKMP LAN) menyelenggarakan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Mamuju Tahun 2026 Angkatan IV, yang diikuti 210 guru SD dan SMP secara daring.

Orientasi ini menjadi kelanjutan dari Pelatihan PPPK Gelombang I yang dibuka langsung oleh Bupati Mamuju pada 22 Januari 2026, hasil kolaborasi pemerintah daerah dan Pusjar SKMP LAN.

Melalui pembekalan awal ini, para guru diarahkan tidak hanya memahami status dan perannya sebagai ASN, tetapi juga memperkuat kapasitas profesional agar layanan pendidikan yang mereka berikan semakin relevan dengan kebutuhan
masyarakat.

Dengan demikian, peningkatan kompetensi guru diharapkan berujung pada perubahan nyata di ruang kelas dan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.

Melalui proses pembelajaran yang terstruktur, peserta didorong untuk bekerja secara efektif, kolaboratif, serta berorientasi pada hasil, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan pembangunan sumber daya manusia nasional.

Pada sesi utama orientasi, Ceramah Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN disampaikan oleh Dr. Muhammad Aswad, M.Si., dengan durasi pukul 08.00–09.30 WITA. Materi ini menempatkan pengembangan kompetensi sebagai dasar strategis
ASN dalam menghadapi tantangan global dan tuntutan pembangunan nasional.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk empat besar ekonomi dunia pada tahun 2030. Peluang ini hanya dapat diwujudkan jika ASN, termasuk para guru di daerah, memiliki kompetensi yang kuat, relevan, dan terus dikembangkan,” tegas Kepala Pusjar SKMP, Dr. Muh. Aswad dalam paparannya.

Ia menekankan bahwa guru PPPK di tingkat SD dan SMP memegang peran kunci dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, perhatian terhadap aspek belajar, peningkatan keahlian, dan pengembangan diri menjadi sebuah keharusan
profesional. “Bapak dan Ibu sebagai pengajar wajib menempatkan pengembangan kompetensi sebagai kebutuhan dasar, bukan pelengkap,” ujarnya.

Baca juga :  Implementasi Adaptive Leadership Mewarnai Agenda PKA 2025 LAN RI

Dalam menjelaskan makna keahlian, Dr. Muh. Aswad mengangkat analogi “Bapak Tua dengan Tas Kecil” yang dimaknai sebagai The Power of Expertise. Dikisahkan seorang ahli mesin kapal yang hanya memerlukan satu pukulan palu kecil untuk memperbaiki mesin kapal pesiar.

Nilai mahal dari tindakan sederhana tersebut bukan terletak pada palunya, melainkan pada pengetahuan tentang di mana kerusakan terjadi dan bagaimana memperbaikinya. “Keahlian itu mahal karena lahir dari pengalaman, waktu, dan
ketekunan,” jelasnya.

Sejalan dengan konsep tersebut, pengembangan kompetensi ASN disebut membutuhkan waktu, konsistensi, dan ketekunan, sebagaimana dikenal dalam The 10.000 Hour Rule.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!