Konsisten Berkarya di Era Digital, Slamet Abdul Wahab Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Ramzy
Ramzy 8 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, banyak profesi yang kini mampu beradaptasi dengan era digital. Salah satunya adalah Slamet Abdul Wahab, anggota Polri yang tidak hanya mengabdikan diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga aktif sebagai konten kreator yang menghadirkan berbagai konten edukasi di dunia maya.

Slamet Abdul Wahab merupakan anggota Polri yang memulai karier kepolisiannya pada tahun 2005. Penempatan pertamanya berada di Polres Sinjai sebelum akhirnya bertugas di Polres Pelabuhan Makassar pada tahun 2010 hingga sekarang.

Pria yang menempuh pendidikan formal mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini mengaku tertarik menjadi konten kreator setelah melihat perkembangan dunia digital yang membuka peluang bagi siapa saja untuk berkarya dan memperoleh penghasilan tambahan.

“Awalnya saya sering melihat konten di TikTok dan melihat banyak orang yang bisa memperoleh penghasilan dari media sosial. Saat dijalani ternyata tidak semudah yang dibayangkan, butuh proses panjang, konsistensi, dan kerja keras,” ujar Slamet.

Saat ini, Slamet aktif menggunakan berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram untuk membuat konten edukasi serta konten affiliate. Menurutnya, media sosial bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dirinya membuat konten adalah untuk memperoleh tambahan penghasilan yang halal sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai peluang pekerjaan dan usaha di dunia digital.

“Melalui konten yang saya buat, saya ingin memberikan pemahaman bahwa dunia digital bisa menjadi peluang mencari penghasilan secara halal apabila dimanfaatkan dengan baik dan bijak,” katanya.

Baca juga :  Rapat Kerja dengan DPRD, Diskominfo Sinjai Beberkan Program Kerja

Meski memiliki kesibukan sebagai anggota Polri, Slamet tetap mampu membagi waktu antara tugas kedinasan dan aktivitas sebagai konten kreator. Ia mengaku biasanya membuat konten setelah menyelesaikan seluruh tugas kantor.

“Pulang kantor baru saya membuat konten. Jadi tugas sebagai anggota Polri tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Menurut Slamet, tantangan terbesar menjadi konten kreator adalah kenyataan bahwa kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. Banyak orang melihat hasil akhirnya, namun tidak mengetahui proses panjang yang harus dilalui untuk membangun audiens dan menghasilkan konten yang berkualitas.

Di era digital saat ini, Slamet memandang media sosial memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran berbagai platform digital memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan informasi dan situasi terkini hanya melalui satu perangkat di genggaman tangan.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik.

“Tidak semua informasi yang beredar di media sosial benar adanya. Masyarakat harus lebih teliti, membaca dengan seksama, dan mencari kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” tegasnya.

Ia menilai dampak positif media sosial sangat besar karena masyarakat dapat mengakses berbagai berita, ilmu pengetahuan, hingga peluang usaha dengan mudah. Di sisi lain, dampak negatif yang paling sering terjadi adalah masih banyaknya masyarakat yang langsung mempercayai informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Karena itu, Slamet menegaskan bahwa konten kreator memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan edukatif. Konten kreator harus mampu menghadirkan informasi yang benar, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi konten kreator, Slamet berpesan agar selalu mengedepankan etika dan tanggung jawab dalam membuat konten.

Baca juga :  Masjid Nurul Ilmi SMPN 27 Distribusikan 315 Kantong Daging Kurban

“Jadilah konten kreator yang bijak. Sampaikan informasi yang benar dan bermanfaat untuk masyarakat luas agar masyarakat mendapatkan informasi yang baik dan tidak mudah terpengaruh hoaks,” pesannya.

Salah satu media yang aktif digunakannya adalah akun TikTok @njaz88_store. Dari akun tersebut, Slamet Abdul Wahab konsisten membagikan berbagai konten edukasi dan affiliate yang bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat tentang peluang mendapatkan penghasilan tambahan melalui dunia digital. Baginya, media sosial bukan sekadar tempat hiburan, tetapi juga ruang belajar, berbagi pengalaman, dan menyebarkan informasi yang bermanfaat.

Di tengah era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan banjir informasi saat ini, Slamet berharap media sosial dapat terus menjadi sarana inspirasi, edukasi, serta penyebaran informasi yang positif bagi masyarakat.

“Dengan adanya media sosial, masyarakat bisa lebih mudah memperoleh informasi yang benar dan tidak langsung percaya terhadap hoaks yang beredar. Mari bersama-sama memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat,” tutupnya. (*)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!